Akurat Logo

Menuju Muktamar NU ke-35, Sejumlah Daerah Masuk Radar Tuan Rumah

Lufaefi | 28 Juni 2026, 09:40 WIB
Menuju Muktamar NU ke-35, Sejumlah Daerah Masuk Radar Tuan Rumah
Sekjend PBNU Saifullah Yusuf (Akurat.co)

AKURAT.CO Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih mematangkan penentuan lokasi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut. Sejumlah daerah mulai masuk dalam daftar pertimbangan dan akan melalui proses kajian lebih lanjut sebelum keputusan final ditetapkan.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada penetapan resmi mengenai lokasi Muktamar. Namun, hasil pembahasan dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU sebelumnya telah menghasilkan beberapa rekomendasi awal.

Wilayah yang masuk dalam opsi penyelenggaraan antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, serta Jakarta.

Baca Juga: KH Afifuddin Muhajir Dorong Evaluasi Mekanisme Pemilihan Pengurus NU, Usulkan Penguatan Model AHWA

“Belum diputuskan sampai sekarang, tetapi rekomendasi hasil konbes kemarin itu telah menyebut beberapa titik untuk bisa disurvei, ditindaklanjuti, dan kemudian dipilih yang paling memungkinkan dalam waktu yang singkat ini,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, dikutip Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa PBNU nantinya akan membentuk tim khusus untuk melakukan peninjauan serta konsultasi dengan jajaran pimpinan organisasi sebelum menetapkan lokasi definitif. Proses tersebut juga akan melibatkan pertimbangan dari Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU.

Menurutnya, pemilihan lokasi Muktamar tidak hanya mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan teknis penyelenggaraan, tetapi juga efektivitas pelaksanaan forum yang akan dihadiri berbagai unsur kepengurusan NU dari seluruh Indonesia.

Di sisi lain, Gus Ipul mengingatkan seluruh jajaran pengurus wilayah dan cabang agar mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda besar organisasi tersebut. Ia menilai Muktamar bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan ruang konsolidasi dan penguatan arah gerak jam’iyah ke depan.

Selain itu, ia juga mengimbau warga Nahdliyin agar lebih selektif menyikapi arus informasi yang berkembang di media sosial menjelang Muktamar.

“Di medsos itu ada yang benar, tapi ada yang separuh benar dan ada yang hoaks. Ada yang palsu, fitnah, tidak sesuai dengan kenyataan. Untuk itu kita sama-sama waspada,” katanya.

Baca Juga: KH Imam Jazuli Sebut Said Aqil Siradj Figur Visioner, Soroti Masa Depan NU Jelang Muktamar

Ia menegaskan keyakinannya bahwa NU memiliki tradisi dan mekanisme organisasi yang matang dalam menyelesaikan perbedaan pandangan secara internal.

“Saya percaya bahwa NU punya cara tertentu, punya cara untuk menyelesaikan berbagai perbedaan, punya mekanisme untuk mengambil keputusan yang akan menjadi kebaikan bersama, termasuk kebaikan jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi