Jakarta Islamic School Bongkar Fakta di Balik Tuduhan Bullying: Kami Hanya Menegakkan Disiplin!

AKURAT.CO Jakarta Islamic School (JISc) memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan perundungan (bullying) terhadap seorang siswa yang mencuat ke publik.
Pihak sekolah menegaskan, tuduhan tersebut tidak berdasar dan melukai hati para guru yang selama ini mengajar dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang.
“Bagaimana mungkin seorang kepala sekolah bersama guru-guru melakukan bullying terhadap murid? Tuduhan ini terasa tidak masuk akal,” demikian pernyataan resmi JISc yang diterima redaksi, Kamis (28/8/2025).
Menurut pihak sekolah, tuduhan yang beredar, termasuk soal penahanan rapor hingga perlakuan tidak adil terhadap siswa, sama sekali tidak benar.
Guru-guru, lanjut JISc, menjalankan kewajiban mendidik dan menegakkan kedisiplinan, bukan melakukan perundungan.
JISc menjelaskan bahwa inti permasalahan hanyalah soal kedisiplinan siswa dalam mematuhi aturan sekolah. Beberapa aturan dasar yang ditegakkan antara lain:
Baca Juga: KPAI Terima Aduan Terkait Dugaan Perundungan dan Diskriminasi Siswa di Jakarta Islamic School
-
Masuk sekolah tepat waktu, bukan sesuka hati.
-
Tidak makan atau minum saat pelajaran berlangsung.
-
Menjaga sopan santun, tidak berkata kasar atau melakukan gestur tidak pantas kepada guru maupun teman.
-
Mengerjakan tugas, remedial, dan proyek dengan sungguh-sungguh.
-
Memakai seragam sekolah sesuai ketentuan.
“Semua teguran guru adalah bentuk tanggung jawab dan kasih sayang agar siswa lebih tertib, bukan perundungan,” tegas pihak sekolah.
Pihak JISc juga berharap agar orang tua tidak melakukan intervensi berlebihan hingga masuk ke kelas untuk memarahi guru. Hal itu, menurut sekolah, justru akan merusak sistem pendidikan dan suasana belajar.
“Biarkan guru mendidik dengan tenang. Keputusan guru agar siswa mengulang kelas, misalnya, selalu didasarkan pada nilai akademik, kehadiran, dan sikap, bukan faktor lain,” tulis JISc.
Menanggapi pengaduan kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), JISc meminta agar KPAI meninjau secara menyeluruh dengan mendengarkan informasi dari semua pihak.
Hal ini penting agar keputusan yang diambil adil bagi siswa sekaligus tidak mencoreng nama baik para guru.
“Masih ada ribuan anak lain yang juga terluka hatinya karena citra guru mereka ikut tercoreng akibat tuduhan ini,” jelas pernyataan JISc.
Di akhir klarifikasinya, JISc menegaskan tetap berkomitmen menghadirkan pendidikan yang adil, profesional, dan penuh kasih sayang, sesuai dengan motto mereka: “School Like A Home” dan “Didiklah Anakmu Sesuai dengan Zamannya.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









