Akurat Logo

KPK Periksa Pendiri Indonesia Audit Watch dalam Kasus Suap Bea Cukai

Saeful Anwar | 12 Juni 2026, 17:51 WIB
KPK Periksa Pendiri Indonesia Audit Watch dalam Kasus Suap Bea Cukai
KPK periksa Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, terkait kasus suap importasi barang di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai. Foto: Dok. Pribadi

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pendiri sekaligus Sekretaris Indonesia Audit Watch (IAW), Iskandar HP Sitorus, sebagai saksi dalam perkara suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jumat (12/6/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan Iskandar Sitorus memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

"Atas nama IHS, wiraswasta," katanya, kepada wartawan.

Menurut Budi, Iskandar Sitorus telah hadir sejak pagi untuk memberikan keterangan kepada penyidik.

Baca Juga: Heri Black Akui Pernah Urus Kontainer Berisi Onderdil yang Diduga Terkait Blueray Cargo

Ia menyebut saksi tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung menjalani proses pemeriksaan.

Meski demikian, KPK belum mengungkap materi yang didalami penyidik terhadap Iskandar Sitorus. Sebab, pemeriksaan masih berlangsung.

Kasus yang tengah diusut KPK merupakan pengembangan perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai.

Dalam perkara ini, penyidik KPK telah menetapkan sejumlah pejabat Ditjen Bea dan Cukai serta pihak swasta sebagai tersangka.

Baca Juga: Percakapan Pengondisian Saksi Ditemukan, KPK Dalami Peran Lingkaran Heri Black dalam Suap Ditjen Bea Cukai

Penyidik juga terus menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga mengetahui atau memiliki informasi terkait praktik suap dalam proses importasi barang maupun pengurusan kepabeanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
W
Editor
Wahyu SK