Rencana Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Jepang Membahayakan, Ikan Terancam Punah

AKURAT.CO - Sebuah proyek pembangkit listrik tenaga angin di Hokkaido menjadi sorotan karena potensi ancaman terhadap ikan ito, salah satu spesies ikan air tawar terbesar di Jepang yang terancam punah.
Kelompok lingkungan hidup mendesak penangguhan proyek tersebut, khawatir bahwa penggundulan hutan dan konstruksi dapat merusak habitat alami ito yang telah terdaftar sebagai spesies yang sangat terancam punah.
Dikutip dari Asahi.com, Rabu (24/01/2024), Japan Renewable Energy Corp. (JRE), perusahaan di balik proyek ini, menyatakan keterbukaannya terhadap perubahan lokasi atau jumlah turbin untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup menekankan perlunya revisi besar-besaran.
Baca Juga: Tak Hanya Ikan Pari Jawa, Berikut Daftar Hewan yang Dinyatakan Punah pada Tahun 2023
Huchen Jepang, juga dikenal sebagai ikan hantu memiliki tempat pemijahan yang sebagian besar berada di wilayah proyek, menambah kekhawatiran akan dampak pada ekosistem sungai Sarufutsugawa dan sekitarnya.
Masyarakat Konservasi Alam Jepang telah mengajukan rekomendasi termasuk penangguhan proyek, dengan kekhawatiran bahwa pembangunan ini dapat mengurangi aliran sungai, menyebabkan kekurangan air dan oksigen bagi ito.
Meskipun proyek-proyek pembangkit listrik tenaga angin mendukung dekarbonisasi di Jepang, beberapa di antaranya telah dibatalkan karena protes dari masyarakat lokal. Pada akhir 2022, 2.622 turbin angin telah dibangun di seluruh Jepang, sementara 307 turbin direncanakan untuk masa depan.
Masyarakat dan ahli lingkungan berharap JRE dan pemerintah setempat dapat mencari solusi yang tidak merugikan ekosistem alam, sambil menjaga langkah terhadap upaya global untuk energi terbarukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









