Mark Zuckerberg Ubah Kebijakan Meta demi Hubungan Baik dengan Pemerintahan Trump

AKURAT.CO CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru-baru ini membahas perubahan kebijakan perusahaan yang memicu kekhawatiran di kalangan karyawan.
Dalam pertemuan internal pada Kamis (30/1/2025), Zuckerberg mengungkapkan bahwa Meta menghapus kebijakan pemeriksaan fakta dan program keberagaman untuk menjaga hubungan baik dengan pemerintahan Trump.
"Kami sekarang memiliki kesempatan untuk memiliki kemitraan yang produktif dengan pemerintah Amerika Serikat," ujar Zuckerberg, dikutip dari The New York Times, Senin (3/2/2025).
Selain itu, Zuckerberg menegaskan bahwa kebijakan keberagaman, kesetaraan dan inklusi (DEI) Meta dihentikan karena tekanan dari pemerintahan Trump.
"Kami berada di tengah-tengah lanskap kebijakan dan peraturan yang berubah dengan cukup cepat yang memandang kebijakan apa pun yang mungkin menguntungkan satu kelompok orang di atas yang lain sebagai sesuatu yang melanggar hukum," jelasnya.
Keputusan Meta ini berlawanan dengan langkah beberapa perusahaan besar, seperti Apple dan Costco, yang tetap mempertahankan program keberagaman mereka.
Dalam pertemuan tersebut, Zuckerberg juga menyinggung kemungkinan pelarangan TikTok di AS, mengakui bahwa platform itu adalah pesaing besar Meta, meskipun pihaknya tidak memiliki kendali atas kebijakan terkait.
Selain itu, ia membahas dampak teknologi AI China, DeepSeek, yang menawarkan model AI dengan harga lebih murah dibandingkan model buatan AS.
Namun, menurutnya, Meta tidak akan terdampak negatif karena memiliki lebih banyak pendanaan dibandingkan DeepSeek dan mengadopsi strategi serupa dengan model AI mereka, Llama.
Setelah pertemuan, Meta dilaporkan mengeluarkan memo internal yang memperingatkan karyawan bahwa siapa pun yang membocorkan informasi kepada media akan menghadapi konsekuensi, termasuk pemecatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







