Intel Gabung Proyek Chip AI Elon Musk, Ambisi Robot Humanoid dan Pusat Data

AKURAT.CO Intel bergabung dalam proyek chip kecerdasan buatan (AI) Terafab milik Elon Musk bersama Tesla dan SpaceX. Kolaborasi ini fokus mengembangkan prosesor untuk robot humanoid dan pusat data AI.
Pengumuman ini disambut positif, dengan saham Intel naik lebih dari 2 persen. Perusahaan juga mengungkap pertemuan CEO Intel Lip-Bu Tan dan Elon Musk di kampus Intel.
Kerja sama ini melanjutkan rencana Musk membangun fasilitas chip AI skala besar untuk teknologi otonom Tesla. Intel akan berperan mempercepat target Terafab mencapai kapasitas komputasi 1 terawatt per tahun.
"Terafab mewakili perubahan langkah dalam bagaimana logika silikon, memori dan kemasan akan dibangun di masa depan," ujar Tan dalam unggahannya di platform X, dikutip Senin (13/4/2026).
Ia menilai Elon memiliki rekam jejak dalam membayangkan kembali berbagai industri. Hal itu dinilai dibutuhkan dalam pembuatan semikonduktor saat ini.
Musk sebelumnya mengungkap rencana membangun dua fasilitas chip di Austin, Texas. Satu untuk kendaraan listrik dan robot humanoid, sementara lainnya untuk pusat data AI, termasuk di luar angkasa.
Di sisi lain, SpaceX dilaporkan tengah mempersiapkan penawaran saham perdana (IPO) di Amerika Serikat. Hal ini berpotensi menjadi salah satu pencatatan terbesar di pasar dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi Intel, kemitraan ini menjadi sinyal pemulihan di tengah persaingan AI yang ketat. Permintaan produk mulai meningkat dan kepercayaan investor terhadap strategi transformasi perusahaan ikut menguat.
Dikutip dari Reuters, analis menilai kerja sama dengan Tesla menjadi bukti bahwa Intel masih relevan dalam proyek teknologi berskala besar. Ini juga dianggap sebagai langkah penting dalam restrukturisasi bisnis perusahaan.
Sejak dipimpin Lip-Bu Tan, Intel menjalankan berbagai kebijakan efisiensi, termasuk pemangkasan tenaga kerja dan penjualan aset. Selain itu, perusahaan juga mendapatkan dukungan investasi besar dari Nvidia dan pemerintah Amerika Serikat.
Meski begitu, Intel masih menghadapi tantangan, terutama di bisnis manufaktur chip Intel Foundry yang terus merugi. Perusahaan kini mengandalkan teknologi fabrikasi 18A untuk menarik klien baru dan meningkatkan daya saing global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







