Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Digitalisasi dan Bus Listrik, Lorena Siapkan Strategi Bertahan di Tengah Persaingan

Oktaviani | 26 Juni 2025, 14:23 WIB
Dorong Digitalisasi dan Bus Listrik, Lorena Siapkan Strategi Bertahan di Tengah Persaingan

AKURAT.CO PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) menegaskan komitmennya untuk memperkuat strategi transformasi bisnis berbasis teknologi dan elektrifikasi armada demi bertahan di tengah ketatnya persaingan industri transportasi darat.

Hal ini disampaikan dalam Paparan Publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang digelar di Swiss-Belinn Bogor, Kamis (26/6/2025).

Direktur PT Eka Sari Lorena Transport Tbk, Rianta Soerbakti, mengatakan, adaptasi terhadap era digital menjadi keharusan. Kolaborasi teknologi dengan mitra strategis dinilai sebagai solusi untuk efisiensi operasional yang berkelanjutan.

"Kita bisa melakukan kolaborasi teknologi dengan partner agar saling menguntungkan dan meringankan beban perusahaan," ujar Rianta.

Sebagai bagian dari transformasi hijau, Lorena menargetkan peremajaan armada melalui adopsi kendaraan listrik, meskipun terkendala keterbatasan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya dan bengkel perawatan di rute jarak jauh.

"Ini jadi target kami di 2025 dan ke depan. Tapi tentu butuh peran aktif dari pemerintah," tambah Rianta.

Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan bus listrik untuk mendukung program akselerasi transportasi berbasis listrik yang dicanangkan Kementerian Perhubungan dan BPTJ.

Selain layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), LRNA juga memperkuat lini bisnis komuter dan sewa bus jangka panjang, seperti Airport Connexion (JAC), Trans Jabodetabek Reguler (TJR), dan Jabodetabek Residence Connexion (JRC).

Baca Juga: Wamenkop Ferry Juliantono: PIK2 Kawasan Maju yang Perlu Hadirkan Koperasi Lokal

"Kami perluas komuter dan rental karena pasar AKAP makin ketat dan kompetisinya tidak sehat," jelas Rianta.

Untuk memperkuat diversifikasi pendapatan, Lorena juga berencana meluncurkan layanan pengiriman barang (cargo) yang akan dikembangkan bersama ESL Express, perusahaan afiliasi.

Di tengah tantangan eksternal dan persaingan tidak sehat di sektor AKAP, Lorena mencatat penurunan pendapatan sebesar 12,93 persen menjadi Rp80,93 miliar pada 2024, dari Rp92,95 miliar di tahun sebelumnya.

Pendapatan utama masih didominasi segmen AKAP sebesar Rp62,23 miliar, disusul shuttle bus Rp14,22 miliar, layanan bandara Rp2,47 miliar, dan AKAP jarak pendek Rp1,98 miliar.

Total aset perusahaan turut turun 6,73 persen menjadi Rp334,6 miliar, sementara ekuitas terkoreksi 5,44 persen menjadi Rp289,87 miliar. Liabilitas juga mengalami penurunan 14,27 persen menjadi Rp44,73 miliar.

Rianta menyebutkan, kinerja yang menurun disebabkan oleh ketatnya pasar AKAP akibat banyaknya pemain baru dan lemahnya regulasi yang melindungi operator lama.

"Perang tarif dan maraknya angkutan ilegal membuat industri ini tidak sehat. Penertiban juga masih minim," ujarnya.

Sebagai langkah efisiensi, perseroan menutup rute-rute tidak produktif, memperkuat partisipasi dalam tender penyewaan bus, dan memperluas sistem pembayaran nontunai demi transparansi dan efisiensi.

"Setiap akhir tahun, kami evaluasi strategi dan langsung ambil kebijakan bila ada kendala yang muncul di tengah jalan,"tambahnya.

Dalam RUPST 2025, seluruh agenda disetujui pemegang saham, termasuk laporan tahunan, penetapan penggunaan laba/rugi, penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP), serta perubahan susunan direksi dan komisaris.

Baca Juga: Karang Taruna di Jakarta Bisa Pakai Balai Rakyat dan Gelanggang Remaja Gratis, Ini Syaratnya

Manajemen juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun ini guna mendukung penguatan struktur keuangan dan ekspansi strategis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.