Akurat
Pemprov Sumsel

Pengertian Uang Giral Beserta Contoh dan Perbedaannya dengan Kartal

Idham Nur Indrajaya | 3 Maret 2026, 21:36 WIB
Pengertian Uang Giral Beserta Contoh dan Perbedaannya dengan Kartal
Uang giral adalah saldo rekening bank untuk transaksi non-tunai. Ini pengertian, contoh, dan bedanya dengan uang kartal. Ilustrasi: Gemini AI

AKURAT.CO Pernah transfer uang lewat mobile banking, bayar kopi pakai kartu debit, atau menerima gaji langsung ke rekening? Semua itu melibatkan uang giral. Meski tidak terlihat seperti uang kertas atau koin, uang jenis ini justru paling sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu, apa sebenarnya uang giral? Kenapa perannya makin dominan dibanding uang tunai? Dan apa bedanya dengan uang kartal yang biasa kita pegang langsung? Berikut penjelasan lengkapnya.


Apa Itu Uang Giral?

Dikutip dari Sahabat Pegadaian, Uang giral adalah saldo yang tersimpan di bank umum dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran melalui instrumen tertentu.

Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, uang giral merupakan tagihan atau saldo di bank umum yang bisa digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran.

Uang giral digunakan melalui:

  • Transfer antarbank

  • Kartu debit atau kartu kredit

  • Cek

  • Bilyet giro

  • Instrumen perbankan lainnya

Artinya, uang giral tidak berbentuk fisik seperti uang kertas, melainkan tercatat dalam sistem perbankan sebagai saldo rekening giro atau tabungan.


Perbedaan Uang Giral dan Uang Kartal

Banyak orang masih bingung membedakan uang giral dan uang kartal. Padahal, perbedaannya cukup mendasar.

Aspek

Uang Giral

Uang Kartal

Bentuk

Tidak fisik (saldo rekening)

Fisik (kertas & logam)

Penerbit

Bank umum

Bank sentral

Cara penggunaan

Perlu instrumen (transfer, cek, kartu)

Bisa langsung diserahkan

Status legal tender

Bukan alat pembayaran sah wajib diterima

Alat pembayaran sah

Risiko

Minim hilang fisik, tapi rentan fraud digital

Bisa hilang atau dicuri

Termasuk dalam

M1 (uang beredar sempit)

M1

Secara sederhana: uang kartal bisa disentuh, uang giral hanya bisa dipindahkan lewat sistem bank.


Contoh Uang Giral dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar lebih konkret, berikut beberapa contoh uang giral yang sering kita gunakan:

1. Transfer Gaji ke Rekening

Perusahaan mentransfer gaji ke rekening karyawan. Saldo bertambah, tanpa ada uang fisik berpindah tangan.

2. Pembayaran dengan Kartu Debit

Saat belanja di supermarket dan menggesek kartu, saldo rekening otomatis berkurang. Itu transaksi uang giral.

3. Cek dan Bilyet Giro

Dalam dunia bisnis, pembayaran antar perusahaan sering menggunakan cek dan bilyet giro sebagai perintah pemindahan dana.

4. Transfer Antarbank via Mobile Banking

Kirim uang sewa kos ke pemilik lewat aplikasi bank? Itu juga bagian dari sistem pembayaran non tunai berbasis uang giral.

Namun perlu dicatat, saldo di e-wallet tidak selalu termasuk uang giral karena tidak seluruhnya tersimpan sebagai rekening giro di bank.


Ciri-Ciri Uang Giral

Berikut karakteristik utama uang giral:

  • Tidak memiliki bentuk fisik

  • Berupa saldo rekening giro atau tabungan

  • Diterbitkan oleh bank umum

  • Dipindahkan melalui instrumen seperti cek dan bilyet giro

  • Merupakan klaim nasabah terhadap bank

  • Memerlukan verifikasi dalam pemindahan dana

Karena berbasis sistem pembukuan, uang giral lebih efisien untuk transaksi besar dibanding uang tunai.


Bagaimana Proses Pembentukan Uang Giral?

Menariknya, uang giral tidak dicetak seperti uang kertas. Ia terbentuk melalui aktivitas perbankan.

1. Primary Deposit

Nasabah menyetor uang tunai ke bank → saldo rekening bertambah → uang giral tercipta.

2. Loan Deposit (Penciptaan Uang oleh Bank)

Ketika bank memberikan kredit kepada debitur, dana pinjaman masuk ke rekening. Saldo baru ini meningkatkan jumlah uang giral dalam sistem.

Inilah yang dikenal sebagai penciptaan uang oleh bank.

3. Hubungan dengan M1 dan M2

Dalam statistik moneter:

  • M1 (uang beredar sempit) = uang kartal + uang giral

  • M2 (uang beredar luas) = M1 + deposito & tabungan berjangka

Artinya, uang giral merupakan bagian penting dari money supply Indonesia dan berpengaruh terhadap kebijakan moneter.


Peran Uang Giral dalam Ekonomi Modern

Peran uang giral semakin krusial dalam sistem keuangan saat ini.

1. Mendukung Sistem Pembayaran Non Tunai

Transaksi jadi lebih cepat, efisien, dan bisa dilakukan lintas wilayah tanpa uang fisik.

2. Mendorong Cashless Society

Generasi muda kini lebih sering menyimpan uang dalam bentuk saldo rekening dibanding uang tunai.

3. Instrumen Kebijakan Moneter

Bank sentral memantau pertumbuhan uang beredar M1 dan M2 untuk menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi.

4. Berkaitan dengan Digital Rupiah

Ke depan, pengembangan digital rupiah (CBDC) berpotensi menjadi evolusi baru sistem uang giral dalam bentuk yang lebih terintegrasi secara digital.


Uang Giral Bukan Legal Tender, Tapi Lebih Dominan

Secara hukum, uang kartal adalah alat pembayaran sah yang wajib diterima. Uang giral tidak memiliki status itu.

Namun secara praktik, masyarakat kota besar justru lebih sering menggunakan saldo rekening dibanding uang tunai.

Paradoksnya:

  • Uang giral tidak terlihat

  • Tidak bisa disentuh

  • Tapi justru mendominasi transaksi harian

Tantangannya ada pada keamanan digital, risiko fraud, dan kesenjangan akses perbankan di daerah yang belum memiliki infrastruktur memadai.


Simulasi Kasus: Bagaimana Uang Giral Berputar?

Bayangkan ini:

Seorang mahasiswa menerima kiriman uang dari orang tua via transfer. Ia membayar sewa kos melalui mobile banking. Pemilik kos lalu menggunakan dana tersebut untuk membayar supplier bahan bangunan lewat giro.

Tak ada uang fisik yang berpindah. Tapi aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Inilah kekuatan uang giral dalam menjaga likuiditas sistem.


Kenapa Uang Giral Makin Dominan?

Beberapa faktor pendorongnya:

  • Pertumbuhan digital banking

  • Gaya hidup cashless generasi muda

  • Efisiensi transaksi bisnis

  • Perkembangan ekonomi digital Indonesia

Jika tidak memahami sistem ini, seseorang bisa kesulitan membaca tren keuangan, memahami kebijakan moneter, bahkan mengelola risiko keuangan pribadi.


Uang yang Tak Terlihat, Tapi Menggerakkan Ekonomi

Uang giral adalah fondasi sistem pembayaran modern. Ia tidak berbentuk fisik, tetapi menjadi tulang punggung transaksi harian masyarakat urban.

Dari transfer gaji, pembayaran belanja, hingga kredit perbankan—semuanya melibatkan saldo yang bergerak dalam sistem digital.

Di era ekonomi digital, memahami uang giral bukan sekadar teori pelajaran ekonomi. Ini tentang memahami bagaimana uang berpindah, diciptakan, dan memengaruhi stabilitas keuangan secara luas.

Pantau terus perkembangan sistem pembayaran digital, karena evolusi uang giral kemungkinan besar akan membentuk wajah ekonomi masa depan.


Baca Juga: Tukar Uang Baru di Jalan Bisa Riba Jika Memenuhi Unsur-unsur Ini

Baca Juga: Bank Mandiri Taksir Perputaran Uang Ramadan-Lebaran 2026 Tembus Rp185 Triliun, Sediakan Uang Tunai Rp44 Triliun

FAQ

1. Apakah uang giral termasuk alat pembayaran yang sah?

Uang giral bukan alat pembayaran sah (legal tender) seperti uang kartal yang diterbitkan bank sentral. Namun dalam praktik, uang giral sangat umum digunakan karena sistem perbankan mendukung transfer antarbank, kartu debit, cek, dan bilyet giro sebagai instrumen pembayaran non tunai yang diakui dalam transaksi ekonomi.

2. Apa perbedaan utama uang giral dan uang kartal?

Perbedaan uang giral dan uang kartal terletak pada bentuk dan cara penggunaannya. Uang kartal berbentuk fisik seperti kertas dan logam serta bisa langsung diserahkan, sedangkan uang giral berupa saldo rekening giro atau tabungan di bank yang harus dipindahkan melalui sistem perbankan seperti transfer atau instrumen cek.

3. Apakah saldo tabungan termasuk uang giral?

Saldo tabungan yang bisa digunakan untuk transfer atau pembayaran non tunai termasuk uang giral karena tercatat dalam rekening bank umum dan dapat dipakai sebagai alat pembayaran. Selama dana tersebut berada dalam sistem perbankan dan dapat dipindahkan melalui instrumen resmi, maka ia masuk dalam kategori uang giral dalam M1.

4. Bagaimana proses penciptaan uang giral oleh bank?

Penciptaan uang giral terjadi saat bank menerima setoran tunai (primary deposit) atau memberikan kredit kepada nasabah. Ketika kredit disalurkan dan masuk ke rekening debitur, jumlah saldo bertambah dan meningkatkan uang beredar M1, sehingga bank secara tidak langsung menciptakan uang melalui mekanisme intermediasi.

5. Apakah e-wallet termasuk uang giral?

Tidak semua saldo e-wallet termasuk uang giral karena dana tersebut tidak selalu berbentuk rekening giro atas nama pengguna di bank umum. Uang giral merujuk pada saldo yang tercatat dalam sistem perbankan, sedangkan dompet digital berada pada platform fintech meskipun tetap terhubung dengan sistem pembayaran nasional.

6. Mengapa uang giral semakin dominan di Indonesia?

Pertumbuhan sistem pembayaran non tunai, digital banking, dan kebiasaan transfer antarbank membuat penggunaan uang giral meningkat pesat. Perubahan gaya hidup cashless, kemudahan transaksi, serta integrasi dengan ekosistem ekonomi digital mendorong uang giral menjadi bagian besar dari money supply Indonesia.

7. Apa hubungan uang giral dengan M1 dan M2?

Dalam statistik moneter, uang giral masuk dalam komponen M1 bersama uang kartal karena keduanya dapat digunakan langsung untuk transaksi. Sementara itu, M2 mencakup M1 ditambah uang kuasi seperti deposito berjangka, sehingga pergerakan uang giral ikut memengaruhi jumlah uang beredar secara keseluruhan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.