Allianz Syariah Hadirkan Asuransi Penyakit Kritis Berbasis Syariah

AKURAT.CO Allianz Life Syariah Indonesia meluncurkan produk perlindungan penyakit kritis berbasis syariah AlliSya CI Hasanah di tengah meningkatnya kasus penyakit kritis dan lonjakan klaim asuransi kesehatan di Indonesia.
Produk ini dirancang untuk membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga melalui skema income replacement atau pengganti pendapatan ketika tertanggung mengalami penyakit serius.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas mengatakan, kebutuhan perlindungan penyakit kritis semakin mendesak karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada kondisi finansial keluarga.
“AlliSya CI Hasanah kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan keberlangsungan penghasilan keluarga. Prinsip ini sejalan dengan Maqasid Syariah yang menegaskan pentingnya ikhtiar yang terencana dan bertanggung jawab, dengan tawakal sebagai landasan spiritual setelah upaya terbaik dilakukan, termasuk dalam membuat perencanaan keuangan yang matang,” kata Elmie dalam peluncuran produk, Kamis (4/3/2026).
Peluncuran produk ini terjadi di tengah tren peningkatan klaim penyakit kritis di Indonesia. Data internal Allianz Life Indonesia menunjukkan total klaim penyakit kritis mencapai Rp600 miliar sepanjang 2025, naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar 40% klaim berasal dari nasabah berusia di bawah 45 tahun, kelompok usia produktif yang umumnya menjadi tulang punggung keluarga.
Lonjakan klaim tersebut sejalan dengan tren epidemiologi penyakit kritis di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat terdapat 408 ribu kasus kanker baru dan 242 ribu kematian akibat kanker di Indonesia pada 2022.
Organisasi tersebut memproyeksikan jumlah kasus kanker di Indonesia dapat meningkat hingga 63% pada periode 2025–2040.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI melaporkan prevalensi stroke mencapai 8,3 per mil penduduk pada 2023, dengan angka yang meningkat signifikan pada kelompok usia lanjut. Stroke bahkan tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi sekaligus penyebab disabilitas terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Bali Diserbu Banjir, Klaim Asuransi Allianz Tembus Rp22 Miliar
Dalam sesi talk show peluncuran produk, vokalis sekaligus penyintas penyakit kritis Tria Ramadhani mengungkapkan pengalaman pribadi menghadapi kondisi kesehatan yang berdampak besar terhadap kehidupan keluarganya.
“Kejadian itu membawa dampak besar untuk saya dan keluarga, bukan hanya secara emosional, tapi juga secara finansial. Pengalaman ini jadi pengingat bahwa risiko kesehatan bisa datang tiba-tiba kepada siapa saja,” ujarnya.
Financial planner Widya Prima menambahkan bahwa dana darurat saja sering kali tidak cukup untuk menghadapi risiko penyakit kritis, terutama ketika seseorang kehilangan kemampuan bekerja dalam jangka panjang.
“Dalam perencanaan keuangan keluarga, dana darurat saja tidak cukup untuk menghadapi risiko besar seperti penyakit kritis. Asuransi penyakit kritis menjadi instrumen penting untuk menjaga kelangsungan finansial ketika penghasilan terganggu akibat kondisi kesehatan,” jelas Widya.
Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, Rina Triana menjelaskan bahwa, produk baru ini dirancang fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Nasabah dapat memilih dua jenis paket perlindungan utama, yakni Plan Lite yang mencakup tiga kondisi penyakit kritis atau Plan Max yang melindungi hingga 77 penyakit atau kondisi kritis.
“AlliSya CI Hasanah memberikan fleksibilitas tinggi dalam memilih manfaat dan masa perlindungan, serta menghadirkan fitur income replacement untuk menjaga kestabilan finansial. Dengan desain yang inklusif dan berbasis syariah, kami optimis produk ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia,” kata Rina.
Produk ini juga menawarkan masa perlindungan fleksibel 20 tahun atau 30 tahun, serta sejumlah manfaat tambahan seperti Hasanah Cash, Hasanah Booster, Hasanah Early Critical Illness, dan opsi Payor Syariah. Selain proteksi finansial, produk tersebut juga menyertakan unsur tolong-menolong (ta’awun) serta opsi wakaf sebagai bagian dari nilai sosial dalam prinsip keuangan syariah.
Konteks Industri
Peluncuran produk ini terjadi di tengah masih rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat penetrasi asuransi nasional masih berada di kisaran 2,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024, jauh di bawah beberapa negara di Asia.
Di sisi lain, meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti kanker dan stroke juga menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan dan ketahanan finansial rumah tangga. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan penyakit tidak menular menyumbang lebih dari 70% kematian global, termasuk di Indonesia.
Meningkatnya risiko penyakit kritis di usia produktif membuat kebutuhan proteksi kesehatan jangka panjang semakin relevan bagi keluarga Indonesia. Tanpa perlindungan finansial yang memadai, penyakit kritis dapat menyebabkan hilangnya pendapatan dan mengganggu perencanaan keuangan jangka panjang.
Allianz Syariah menilai produk perlindungan berbasis syariah dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan solusi proteksi sekaligus sesuai dengan prinsip keuangan syariah.
Dengan peluncuran AlliSya CI Hasanah, perusahaan berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan penyakit kritis sekaligus memperkuat stabilitas finansial keluarga di tengah meningkatnya risiko kesehatan dalam beberapa tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











