Akurat
Pemprov Sumsel

Mengenal Friderica Widyasari Dewi, Bos Baru OJK Periode 2026–2031

Andi Syafriadi | 11 Maret 2026, 22:46 WIB
Mengenal Friderica Widyasari Dewi, Bos Baru OJK Periode 2026–2031
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

AKURAT.CO Friderica Widyasari Dewi resmi dipercaya memimpin Otoritas Jasa Keuangan sebagai Ketua Dewan Komisioner untuk periode 2026–2031.

Penunjukan Friderica Widyasari Dewi ini menjadikannya sebagai figur penting dalam pengawasan sektor jasa keuangan nasional sekaligus perempuan pertama yang memimpin lembaga tersebut sejak OJK berdiri pada 2011.

Friderica Widyasari Dewi yang akrab disapa “Kiki” memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal dan sektor jasa keuangan.

Baca Juga: Ini Langkah OJK Jaga Kepercayaan Pasar di Tengah Revisi Outlook Surat Utang RI

Ia lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Latar belakang akademiknya berasal dari bidang ekonomi dan manajemen. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada pada 2001.

Setelah itu, Kiki melanjutkan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di California State University, Amerika Serikat. Friderica juga meraih gelar doktor dalam bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan dari Universitas Gadjah Mada pada 2019.

Karier profesional Kiki banyak berkembang di sektor pasar modal Indonesia. Ia bergabung dengan Bursa Efek Indonesia pada 2005. Di lembaga ini ia kemudian dipercaya menjadi Direktur Pengembangan pada periode 2009–2015.

Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai program pengembangan pasar modal domestik, termasuk peningkatan jumlah emiten dan perluasan basis investor ritel.

Setelah itu, Friderica melanjutkan kariernya di Kustodian Sentral Efek Indonesia. Ia sempat menjabat sebagai Direktur Keuangan pada 2015–2016 sebelum akhirnya dipercaya menjadi Direktur Utama KSEI pada periode 2016–2019.

KSEI merupakan lembaga yang berperan penting dalam penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek di pasar modal Indonesia.

Pengalaman di industri sekuritas juga pernah dijalani Friderica. Ia memimpin BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama pada 2020–2022.

Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan sekuritas besar yang berada di bawah grup BUMN.

Baca Juga: Fit and Proper Test ADK OJK, Agus Sugiarto Tawarkan 7 Strategi di Hadapan Komisi XI

Kariernya di sektor regulator dimulai ketika ia terpilih sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI pada 2022.

Dalam struktur OJK, Friderica menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.

Tentunya jabatan tersebut membuatnya bertanggung jawab terhadap pengawasan perilaku industri jasa keuangan sekaligus mendorong peningkatan literasi serta perlindungan konsumen di sektor keuangan.

Dalam kapasitas tersebut, ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif penguatan perlindungan masyarakat dari aktivitas keuangan ilegal, termasuk koordinasi dalam Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal serta pengembangan program edukasi literasi keuangan nasional.

Pada 2026, DPR RI menetapkan Friderica sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK untuk periode 2026–2031, menggantikan Mahendra Siregar.

Penunjukan ini menandai fase baru kepemimpinan OJK di tengah dinamika sektor keuangan global dan domestik, termasuk perkembangan teknologi finansial, perlindungan investor, serta upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Dengan pengalaman panjang di pasar modal, lembaga infrastruktur keuangan, hingga regulator, Friderica diharapkan mampu memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri keuangan Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.