Bank Kecil Dinilai Rentan Serangan Siber, Ini Peringatan LPS

AKURAT.CO Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti masih lemahnya pengelolaan keamanan siber di sejumlah bank kecil dan lembaga jasa keuangan di tengah pertumbuhan industri perbankan nasional yang terus meningkat pada awal 2026.
Ketua LPS, Anggito Abimanyu mengatakan, penguatan infrastruktur teknologi informasi menjadi fokus utama otoritas keuangan di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya digitalisasi layanan keuangan.
“Kami bersama anggota KSSK memperkuat infrastruktur dan kapasitas teknologi informasi, terutama di bank dan lembaga jasa keuangan kecil yang selama ini belum optimal dalam mengelola aspek keamanan cyber,” ujar Anggito dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: DPR Minta LPSK Beri Perlindungan Maksimal bagi Korban Kekerasan Seksual di Pati
Pernyataan itu disampaikan saat kondisi industri perbankan nasional masih mencatat pertumbuhan positif. Per Maret 2026, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,57% secara tahunan, sedangkan kredit perbankan meningkat 9,6%.
LPS menilai stabilitas sektor perbankan nasional masih cukup kuat. Dari sisi perlindungan nasabah, jumlah rekening yang dijamin LPS juga tetap berada di atas 90% baik pada bank umum maupun BPR/BPRS.
Meski demikian, percepatan transformasi digital di sektor keuangan dinilai meningkatkan kebutuhan penguatan sistem keamanan data dan mitigasi serangan siber.
Dalam beberapa tahun terakhir, digitalisasi layanan perbankan meningkat signifikan seiring pertumbuhan mobile banking, transaksi digital, dan integrasi data keuangan nasional. Kondisi tersebut membuat sektor keuangan menjadi salah satu target utama serangan siber global.
LPS menilai penguatan keamanan siber menjadi semakin mendesak terutama bagi bank kecil yang memiliki keterbatasan infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia.
Selain aspek keamanan siber, LPS juga terus memantau perkembangan suku bunga simpanan perbankan. Hingga Maret 2026, porsi simpanan di atas tingkat bunga penjaminan tercatat sebesar 30%.
Baca Juga: LPSK Dampingi Persidangan Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Probolinggo
Menurut Anggito, tren suku bunga simpanan di pasar mulai menunjukkan penurunan secara bertahap lintas kelompok deposan maupun kelompok bank.
LPS bersama anggota KSSK mendorong penyesuaian bunga simpanan agar tetap selaras dengan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP). Kebijakan ini diharapkan memperkuat transmisi penurunan bunga kredit dan menjaga fungsi intermediasi sektor perbankan.
Di sisi regulasi, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2026 mengenai penempatan dana pada bank sebagai instrumen early intervention dalam restrukturisasi perbankan.
Kebijakan tersebut disiapkan untuk memperkuat respons otoritas apabila terjadi tekanan pada sektor perbankan di tengah dinamika ekonomi global.
LPS saat ini juga tengah mempercepat persiapan program penjaminan polis, termasuk integrasi pertukaran data dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyusunan kebijakan SDM, serta penguatan sistem teknologi.
Selain menjaga stabilitas sistem keuangan, LPS bersama anggota KSSK juga memperkuat program literasi dan inklusi keuangan nasional. Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 15 juta penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening bank.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









