Hasil Survei FWD: Banyak Warga RI Belum Merasa Aman Secara Finansial

AKURAT.CO Mayoritas masyarakat Indonesia masih menghadapi tekanan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kondisi tersebut tercermin dalam hasil FWD Consumer Outlook Survey di Indonesia yang dirilis FWD Group bersama Ipsos.
Survei menunjukkan sebanyak 66% responden mengaku masih merasa stres, khawatir, atau sekadar bertahan secara finansial. Sementara itu, hanya 34% yang menyatakan merasa cukup aman atau percaya diri terhadap kondisi keuangan mereka.
Baca Juga: FWD Insurance Perkuat Dukungan Teknologi untuk Berbagai Kebutuhan Nasabah di Masa Depan
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perencanaan keuangan jangka panjang masih tinggi, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global.
Menanggapi kondisi tersebut, FWD Insurance Indonesia meluncurkan produk Asuransi Jiwa FWD Income Prosperity yang menggabungkan perlindungan jiwa dengan manfaat tunai tahunan terencana.
Presiden Director FWD Inssurance, Jeffrey Woo, mengatakan kebutuhan masyarakat saat ini tidak hanya sebatas perlindungan risiko, tetapi juga kepastian dalam merencanakan keuangan.
“Banyak masyarakat ingin memiliki masa depan yang lebih tenang dan terarah. Karena itu, kebutuhan perlindungan kini juga mencakup manfaat tunai yang terstruktur,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Produk tersebut, lanjut Jeffrey, menawarkan manfaat tunai tahunan sebesar 14% atau 17% dari premi tahunan sesuai pilihan plan. Nasabah juga memperoleh manfaat akhir masa asuransi sebesar 108% dari total premi yang dibayarkan.
"Tentunya produk ini menyasar segmen affluent individual dengan premi mulai Rp25 juta per tahun dan dipasarkan melalui kanal keagenan. Peluncuran produk tersebut juga terjadi di tengah melebarnya kesenjangan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia," paparnya.
Sebagai informasi, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, selisih antara tingkat inklusi dan literasi keuangan mencapai 14,05%, meningkat dibandingkan 9,59% pada 2024.
Baca Juga: Digitalisasi Asuransi Meluas, FWD Permudah Beli Polis via WhatsApp
Data tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan meningkat lebih cepat dibanding pemahaman terhadap produk keuangan itu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








