Sejarah Rumah Sakit Indonesia Di Gaza, Sarana Kesehatan Yang Juga Jadi Sasaran Israel

AKURAT.CO- Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza didirikan berkat sumbangan dari masyarakat Indonesia untuk penduduk Palestina.
Saat ini, RSI mengalami situasi darurat setelah diserang oleh Israel.
Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (10/11/2023) 19.00 WIB, sekitar RSI Gaza diserang oleh 11 misil Israel dengan serangan rudal yang merusak beberapa bagian fasilitas RSI.
Lalu, bagaimana sejarah dari Rumah Sakit di Indonesia di Jalur Gaza?
Sejarah Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza
Proyek pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza dimulai pada 14 Mei 2011, dan tahap pertama struktur RS Indonesia selesai pada akhir April 2012.
Pada 1 November 2012, dimulai pembangunan tahap kedua untuk pekerjaan Arsitektur dan Mechanical Electrical (ME), yang diawasi dan dilaksanakan oleh relawan Indonesia dalam Divisi Konstruksi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).
Pembangunan tahap kedua selesai pada tahun 2014.
RS Indonesia di Jalur Gaza ini dibangun di atas tanah seluas 16.261 meter persegi (m2) di Bayt Lahiya, Gaza Utara, yang merupakan wakaf dari Pemerintah Palestina di Gaza.
Seluruh dana pembangunan RSI ini berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia, tanpa ada bantuan dana asing.
RS ini diberi nama Rumah Sakit Indonesia (RSI) dengan harapan dapat menjadi bukti hubungan jangka panjang antara masyarakat Indonesia dan Palestina.
Bangunan RS Indonesia adalah yang terunik dan terbesar di Jalur Gaza, sebagian besar berbentuk segi empat.
Keberadaan RSI di Gaza memberikan pesan bahwa di tanah Palestina ada kontribusi dan dukungan dari masyarakat Indonesia untuk penduduk Palestina.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dengan tegas menyatakan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza sepenuhnya didedikasikan untuk menyediakan layanan medis bagi penduduk Palestina.
Kemlu juga menjelaskan bahwa RSI tetap aktif dalam memberikan pelayanan kepada korban serangan Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








