Akurat
Pemprov Sumsel

Atasi Resistensi Antimikroba, Inggris Kucurkan Rp4 T Untuk RI Dan Negara Lainnya

M. Rahman | 23 Agustus 2023, 19:10 WIB
Atasi Resistensi Antimikroba, Inggris Kucurkan Rp4 T Untuk RI Dan Negara Lainnya

AKURAT.CO - Pemerintah Inggris akan mengucurkan dana sebesar £210 juta setara Rp4 triliun guna menanggulangi resistensi antimikroba (AMR) yang mematikan di beberapa negara termasuk Indonesia, Ghana, Kenya, dan Papua Nugini.

Pendanaan yang berasal dari anggaran bantuan pemerintah Inggris ini akan mendukung kegiatan proyek Fleming Fund untuk menanggulangi AMR di negara-negara di Asia dan Afrika selama tiga tahun ke depan guna membantu mengurangi ancaman yang ditimbulkan AMR terhadap Inggris dan dunia secara global.

Program ini akan meningkatkan kapasitas pengawasan di 25 negara dengan ancaman AMR tertinggi, melalui peningkatan kapasitas di lebih dari 250 laboratorium yang dilengkapi peralatan canggih. 

Menteri Inggris untuk Kesehatan dan Pelayanan Sosial, Steve Barclay mengatakan investasi ini mencakup teknologi pengurutan genom baru yang akan membantu melacak transmisi bakteri antara manusia, hewan, dan lingkungan.

Teknologi ini juga akan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan internasional melalui 20.000 sesi pelatihan untuk staf laboratorium, apoteker, dan staf rumah sakit, serta lebih dari 200 beasiswa Fleming Fund untuk meningkatkan keahlian di bidang mikrobiologi, kebijakan AMR dan One Health – yang mengidentifikasi hubungan antara manusia, hewan dan lingkungan.

“Resistensi antimikroba adalah pembunuh senyap yang menimbulkan ancaman signifikan bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia dan di Inggris, dan akan menjadi topik penting di G20 di India. Sangat penting untuk menghentikannya dan rekor pendanaan ini akan memungkinkan negara-negara yang paling berisiko untuk menanggulanginya. Pendanaan ini juga didasarkan pada pekerjaan yang dilakukan pemerintah guna memberi insentif kepada perusahaan obat untuk mengembangkan antibiotik baru – sebuah model yang ingin diterapkan oleh beberapa negara G20,” kata Steve dikutip Rabu (23/8/2023).

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Matthew Downing menambahkan, AMR berdampak ke semua negara dan resistensi dapat menyebar melintasi batas negara, sehingga secara kolektif menimbulkan infeksi yang kebal antibiotik yang disebut sebagai “pandemi senyap”. Untuk itu perlu kerja sama lintas sektor dan negara untuk melawan penyebaran resistensi melalui pengawasan yang lebih kuat, peningkatan pencegahan dan pengendalian infeksi, dan pengelolaan antimikroba yang lebih baik.

"Kami sudah bermitra dengan Indonesia, termasuk mendukung peningkatan kapasitas laboratorium dan pemanfaatan data AMR yang penting ini. Tahun lalu, saya berkesempatan meresmikan renovasi Laboratorium Rujukan Kesehatan Nasional untuk Indonesia Bagian Timur yang didukung Fleming Fund bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kerja sama global sangatlah penting. Inggris bangga dapat bekerja sama dengan Indonesia guna mengatasi ancaman mematikan ini," imbuh Matthew.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa