TPN Sebut Ganjar-Mahfud Bakal Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Kesejahteraan Rakyat

AKURAT.CO Politisi PDIP, Aria Bima mengatakan kesejahteraan rakyat menjadi kunci utama pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD untuk mempercepat (satset) target pertumbuhan ekonomi 8% yang diusung pada periode 2024-2029.
Menurutnya, keadilan sosial menjadi kunci utama bagi Ganjar-Mahfud Sat Set menciptakan pertumbuhan ekonomi 8% selama periode 2024-2029.
Pasangan nomor urut 3, diyakini sebagai representasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 3.0. Pasangan ini juga yang akan melanjutkan tongkat estafet 10 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi.
Baca Juga: Ganjar Optimis Pertumbuhan Ekonomi Capai 7 Persen
Keberhasilan Presiden Jokowi 1.0 (periode pertama) dan Jokowi 2.0 (periode kedua) akan dilanjutkan pasangan Ganjar-Mahfud untuk mengantar ekonomi Indonesia berada di posisi empat besar dunia.
“Target pasangan Ganjar-Mahfud adalah pertumbuhan ekonomi 8 persen. Indonesia yang termasuk kategori negara berpenghasilan menengah akan menjadi negara maju berpenghasilan tinggi, atau bahasa Pak Jokowi yang sering disampaikan kepada Pak Ganjar adalah dari middle income trap menjadi negara maju,” kata Aria, di Media Center TPN, Menteng, Jakarta, Senin (18/12/2023).
Disebutkan, visi pemerintahan Presiden Jokowi adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dari 5% pada tahun 2014 menjadi 7% di tahun 2019. Saat itu, fokusnya adalah meningkatkan daya saing sumber daya laut, pertanian, perkebunan, mineral dan pariwisata.
Namun, upaya itu terhadang ganasnya pandemi Covid-19, yang melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat, khususnya roda bisnis sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia terkoreksi menjadi 5%.
Seiring berakhirnya masa pandemi, kata Aria, target yang dibidik Ganjar-Mahfud tidak muluk-muluk mengingat fondasi ekonomi yang sudah dibangun pemerintahan Presiden Jokowi cukup kuat dan kokoh.
Ditambahkan, era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pada 2014-2019 bersama partai pengusung, ngebut membangun berbagai proyek infrastruktur di berbagai daerah untuk menciptakan pemerataan pembangunan.
“Pembangunan infrastruktur terjadi secara masif. Kita juga empowering sumber daya laut, pertanian perkebunan, mineral, dan pariwisata. Syukurlah, kesejahteraan diperkuat agar daya beli rakyat, yang terdampak pandemi Covid-19 dapat meningkat, sehingga pertumbuhan tetap berada pada posisi 5%,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Aria mengungkapkan tentang dua kategori kesejahteraan, yaitu meningkatkan kesehjateraan dan pendapatan rakyat.
Ia mengatakan, kondisi rakyat harus diberdayakan secara baik. Kalau belum terberdayakan, itu artinya masih majunya gigi satu. “Ini berarti pengeluaran rakyat harus kita turunkan,” tuturnya.
Merujuk pada UU 1945, Pasal 33-34 terkait hak rakyat dan kewajiban negara, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud memahami bahwa penyaluran bansos menjadi sangat krusial untuk membantu rakyat yang kurang beruntung.
Kedua, UUD 1945 mewajibkan negara harus hadir membantu rakyat yang termasuk kategori fakir miskin dan anak terlantar.
“Jadi bansos adalah sesuatu yang tidak akan dihentikan. Bansos adalah salah satu solusi untuk membantu rakyat, terutama dengan adanya keberadaan KTP Sakti,” kata Aria.
Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah, berpendapat bahwa jika bansos dikelola dengan baik, akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang cukup efektif.
Piter mengatakan, bansos akan mendorong konsumsi sehingga akan merangsang tumbuhnya investasi dan menciptakan industri, khususnya UMKM.
“Dari perspektif ekonomi kita juga perlu memahami bahwa bila bantuan sosial itu dikelola dengan baik, maka tidak hanya mereka yang perlu dibantu akan terbantu, juga pemanfaatan bantuan juga akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena kita kan didukung oleh konsumsi, didukung investasi, didukung laju gerak industri”, ungkap Piter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










