Akurat
Pemprov Sumsel

Lelang 7 Seri Surat Utang Negara di Awal Tahun 2024 Tembus Rp21,75 Triliun, Oversubscribed 1,8 Kali

M. Rahman | 3 Januari 2024, 19:56 WIB
Lelang 7 Seri Surat Utang Negara di Awal Tahun 2024 Tembus Rp21,75 Triliun, Oversubscribed 1,8 Kali

AKURAT.CO Pemerintah meraup dana Rp21,75 triliun dari lelang 7 surat utang pada hari ini, Rabu, 3 Januari 2024 untuk kebutuhan pembiayaan tahun 2024.

7 seri SUN tersebut  terdiri dari SPN03240404 (new issuance), SPN12250103 (new issuance), FR0101 (reopening), FR0100 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0102 (new issuance). Adapun total penawaran yang masuk mencapai Rp39,80 triliun, atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 1,83 kali.

Seri SPN03240404 (new issuance) senilai Rp0,8 triliun berkupon diskonto dan jatuh tempo 4 April 2024. Sementara SPN12250103 (new issuance) senilai Rp0 berkupon diskonto dan jatuh tempo 3 Januari 2025. Lalu FR0101 (reopening) senilai Rp6,7 triliun berkupon 6,875% dan jatuh tempo 15 April 2029.

Baca Juga: Tutup Tahun 2023, Lelang 7 Seri Surat Utang Pemerintah Tembus Rp19 T, Oversubscribed 2 Kali

Selain itu, FR0100 (reopening) senilai Rp7,6 triliun berkupon 6,625% dan jatuh tempo 15 Februari 2034. Kemudian FR0098 (reopening) senilai Rp2 triliun berkupon 7,125% dan jatuh tempo 15 Juni 2038. Selanjutnya, FR0097 (reopening) senilai Rp0,95 triliun berkupon 7,125% dan jatuh tempo 15 Juni 2043. Adapun seri FR0102 (new issuance) senilai Rp3,7 triliun berkupon 6,875% dan jatuh tempo 15 Juli 2054.

 

Ketujuh seri surat utang pemerintah tersebut akan dicatatkan (setelmen) pada 5 Januari 2024 dan merupakan lelang perdana SUN di tahun 2024.

Direktur Surat Utang Negara, DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan total incoming bids atau tawaran yang masuk pada lelang tersebut juga setara 1,59 kali dari target indikatif yang telah diumumkan sebelumnya.

Stabilnya pasar keuangan global seiring dengan ekspektasi atas pemangkasan Fed Fund Rate akan dimulai pada kuartal I-2024 serta kinerja APBN tahun 2023 yang solid dengan realisasi defisit sebesar 1,65% dari PDB dan tingkat inflasi bulan Desember 2023 yang terjaga dinilai menjadi katalis positif lelang SUN hari ini.

Adapun seri SUN tenor 5 dan 10 tahun menjadi seri yang paling diminati investor pada lelang SUN hari ini, dengan jumlah incoming bids dan awarded bids masing-masing sebesar 46,78% dari total incoming bids dan 65,75% dari total awarded bids.

Sementara minat investor asing pada lelang SUN hari ini cukup baik dengan jumlah incoming bids sebesar Rp7,37 triliun, dengan mayoritas pada seri SUN tenor menengah panjang (5 dan 10 tahun) sebesar Rp4,6 triliun atau 62,9% dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp2,94 triliun atau 13,5% dari total awarded bids.

"Kondisi pasar SBN domestik yang relatif stabil pada awal tahun ini mendorong penurunan Weighted Average Yield (WAY) obligasi negara yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini sebesar 3 hingga 12 bps dari level WAY obligasi negara yang dimenangkan pada lelang SUN sebelumnya," ujar Deni di Jakarta, Rabu (3/1/2024).

Adapun lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2024, sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2024.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa