95 Negara Jadi Pasien IMF, Bahlil: Lampu Kuning Ekonomi Global

AKURAT.CO Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa ekonomi global saat ini berada dalam kondisi yang sangat buruk, dengan 95 negara yang telah meminta bantuan dari IMF. Menurutnya, situasi ini menjadi indikasi jelas adanya ketidakstabilan ekonomi di seluruh dunia.
"Ekonomi global saat ini tidak baik-baik saja, sudah ada 95 negara yang menjadi pesien IMF. Ini adalah lampu kuning bagi ekonomi global," ujarnya dalam acara Hilirisasi Industri Menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Ia juga mengaitkan masalah ini dengan serangkaian peristiwa besar yang terjadi di dunia. "Awalnya, perang dagang antara China dan Amerika belum selesai, lalu muncul pandemi COVID-19 yang melanda hampir semua negara. Setelah itu, perang antara Ukraina dan Rusia menambah ketidakpastian global, dan kini ada pula konflik di Timur Tengah antara Palestina dan Israel," jelasnya.
Baca Juga: Bantah Isu Jadi Menteri ESDM, Bahlil: Saya Tetap di Kementerian Investasi
Kemudian, Bahlil menjelaskan bahwa meskipun tantangan global cukup berat, Indonesia menunjukkan performa ekonomi yang cukup baik. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 masih berada di atas 5% dengan inflasi terjaga di angka 3%. Ini adalah salah satu pertumbuhan ekonomi terbaik di kalangan negara-negara G20," katanya.
Menurutnya, Indonesia saat ini termasuk dalam kelompok negara dengan 16% GDP terbesar di dunia, menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat di tengah krisis global. Lahadalia juga menyoroti pergeseran dalam distribusi investasi di Indonesia.
"Investasi menjadi salah satu instrumen utama dalam mendukung pertumbuhan ini. Target investasi Presiden Jokowi mencapai Rp1.400 triliun, dan kita berhasil mencapainya sebesar Rp1.411 triliun pada tahun 2023," ungkap Lahadalia.
"Investasi kini sudah merata antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Sejak 2020, investasi di luar Pulau Jawa telah melebihi investasi di Jawa," imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa Singapura merupakan negara dengan kontribusi investasi terbesar di Indonesia. Serta, ia menekankan bahwa meskipun kondisi global penuh tantangan, Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang dengan baik.
"Kita harus terus memanfaatkan investasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil dan merata di seluruh wilayah Indonesia," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








