Suksesi Mandek, Jerome Powell Pilih Tetap Pimpin The Fed

AKURAT.CO Keputusan Gubernur the Fed, Jerome Powell untuk tetap memimpin bank sentral Amerika Serikat hingga penggantinya resmi dikonfirmasi bukan sekadar prosedur administratif.
Pernyataan tersebut justru membuka lapisan ketegangan politik yang selama ini mengendap di balik independensi The Fed.
Dikutip dari laman reuters, Powell menegaskan akan tetap menjabat sebagai 'chair pro tempore' jika masa jabatannya berakhir sebelum Senat menyetujui pengganti.
Secara hukum, langkah tersebut sah dan pernah terjadi sebelumnya. Namun konteks saat ini berbeda, dimana proses suksesi tersandera oleh investigasi hukum dan tarik-menarik politik di Washington.
Nama Kevin Warsh yang diajukan sebagai pengganti justru belum bisa melaju. Sejumlah senator menahan proses konfirmasi hingga penyelidikan terhadap The Fed rampung.
Sehingga situasi tersebut membuat transisi kepemimpinan bank sentral terbesar dunia berada dalam ketidakpastian.
Baca Juga: Inflasi Inti AS Menguat, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga
Di saat bersamaan, Departemen Kehakiman masih menggulirkan proses hukum terkait proyek renovasi The Fed.
Meski sebagian subpoena telah dibatalkan hakim, pemerintah disebut akan mengajukan banding memperpanjang ketidakjelasan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan lebih besar: sejauh mana independensi bank sentral dapat bertahan di tengah tekanan politik?
Secara historis, Ketua The Fed hampir selalu mundur setelah masa jabatan berakhir. Namun Powell membuka kemungkinan tetap bertahan bahkan sebagai gubernur hingga 2028.
Langkah ini bisa dibaca sebagai sinyal defensif upaya menjaga stabilitas kebijakan moneter di tengah potensi intervensi politik.
Terlebih, tekanan terhadap The Fed meningkat seiring perbedaan pandangan soal suku bunga dan arah ekonomi.
Baca Juga: Bitcoin Melemah 30 Persen, Sentimen The Fed Tekan Pasar Kripto
Di titik tersebut keputusan Powell bukan hanya soal jabatan, melainkan soal menjaga kredibilitas institusi. Sebab bagi pasar global, independensi The Fed adalah fondasi utama kepercayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









