Trump Ancam Pecat Jerome Powell, Independensi The Fed Kembali Jadi Sorotan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memicu gejolak pasar keuangan global pasca menyatakan akan memecat Ketua Federal Reserve, Jerome Powell jika tidak meninggalkan posisinya tepat waktu.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam wawancara dengan Fox Business yang disiarkan pada Rabu (15/4) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa ia telah lama mempertimbangkan langkah tersebut.
Diketahui, masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed dijadwalkan berakhir pada 15 Mei 2026 mendatang, sedangkan masa jabatannya sebagai anggota Dewan Gubernur masih berlangsung hingga 2028.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak, Peluang Cut Rate The Fed Masih Terbuka
Meskipun begitu, Powell sebelumnya juga menegaskan bahwa dirinya akan tetap memimpin secara sementara (chair pro tempore) apabila penggantinya belum mendapat persetujuan Senat hingga batas akhir masa jabatan.
Tentu situasi tersebut pada akhirnya memunculkan pertanyaan besar mengenai independensi bank sentral AS, terutama karena Trump juga memastikan investigasi Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap Powell tetap berjalan.
Penyelidikan tersebut terkait proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve senilai USD2,5 miliar yang kini menjadi sorotan politik.
Sejumlah senator, termasuk Thom Tillis, menilai penyelidikan itu berpotensi menjadi tekanan politik terhadap independensi The Fed.
Baca Juga: Pasar Kerja Melemah, The Fed Buka Ruang Penurunan Suku Bunga
Di pasar, eskalasi tensi antara Gedung Putih dan bank sentral dinilai dapat memicu volatilitas pada dolar AS, obligasi pemerintah, serta ekspektasi arah suku bunga acuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










