Akurat
Pemprov Sumsel

Perang Iran Bayangi Kenaikan Retail Sales di Amerika Serikat

Andi Syafriadi | 4 April 2026, 20:40 WIB
Perang Iran Bayangi Kenaikan Retail Sales di Amerika Serikat
Ilustasi SPBU di Amerika Serikat

AKURAT.CO Penjualan ritel Amerika Serikat (AS) pada Februari 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Namun, para ekonom memperingatkan tren ini berpotensi berbalik jika konflik dengan Iran terus berlarut.

Berdasarkan laporan bulanan United States Census Bureau di bawah Departemen Perdagangan AS menyatakan bahwa penjualan ritel naik 0,6% dibanding bulan sebelumnya.

Meski demikian, data tersebut disusun sebelum perang AS dan Iran memasuki pekan kelima. Para pakar menilai, dampak konflik berpotensi menekan daya beli masyarakat pada bulan berikutnya.

Baca Juga: IMF Peringatkan Krisis Pangan Akibat Perang Iran

“Saya tidak melihat adanya cara untuk menghindari inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan penjualan yang lebih lambat,” ucap Ekonom Center for Economic and Policy Research, Dean Baker.

Lebih lanjut Dean menjelaskan bahwa konflik yang berlangsung di Timur Tengah memicu gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi sekitar 20% minyak dunia.

Akibatnya, harga minyak melonjak dan mendorong kenaikan harga bahan bakar di AS.

Baca Juga: Perang Iran Tekan Ekonomi Dunia, Negara Miskin Kian Terancam

Laporan terbaru menunjukkan harga bensin nasional kembali menembus USD4 per galon untuk pertama kali sejak 2022.

Kondisi ini berpotensi mempercepat laju inflasi, yang diperkirakan mendekati bahkan melampaui 4% pada tahun ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.