Konsensus BRICS Mandek di Tengah Konflik Iran

AKURAT.CO India menghadapi tekanan diplomatik sebagai ketua bergilir BRICS 2026 setelah blok tersebut gagal mencapai sikap bersama terkait konflik Iran yang telah berlangsung hampir satu bulan.
Sejak serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, BRICS telah menyusun setidaknya tiga draf pernyataan. Dua di antaranya ditolak akibat perbedaan sikap antaranggota.
Iran yang resmi bergabung pada 2024 meminta India mendukung kecaman terhadap operasi militer AS-Israel.
Namun, negara lain seperti Uni Emirat Arab menolak, sementara Arab Saudi masih dalam proses bergabung dan memiliki kepentingan berbeda.
Baca Juga: Rusia Bantah BRICS akan Berkembang Menjadi Aliansi Militer
Mengutip dari laman bloolmberg, Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal menyebut sulit menjembatani perbedaan karena beberapa anggota terlibat langsung dalam konflik.
Seperti yang diketahui, BRICS didirikan pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, BRICS berkembang menjadi forum negara berkembang tanpa kewajiban aliansi militer.
Ekspansi pada 2024 menambah kompleksitas karena memperluas spektrum kepentingan geopolitik.
Secara historis, BRICS pernah mengeluarkan sikap bersama, seperti kecaman terhadap konflik Gaza pada 2025. Namun, dalam kasus Iran, perbedaan kepentingan membuat konsensus lebih sulit dicapai.
Kebuntuan ini meningkatkan ketidakpastian geopolitik global, terutama di pasar energi.
Penutupan sebagian jalur strategis seperti Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia yang menyumbang sekitar 20% distribusi global dan memicu volatilitas harga.
Baca Juga: Denny JA Donasikan Seluruh Dana BRICS Literature Award untuk Pengembangan Sastra Dunia
Bagi India, kondisi ini berdampak langsung pada keamanan energi dan stabilitas ekonomi domestik, mengingat ketergantungan tinggi pada impor migas dari kawasan tersebut.
BRICS masih membahas draf ketiga yang berfokus pada dampak energi global.
India diperkirakan akan tetap mengambil posisi netral sambil memfasilitasi dialog. Ke depan, efektivitas BRICS akan diuji dalam merespons isu geopolitik besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










