Zelenskiyy Siap Bantu Timur Tengah Lawan Drone Iran, Tapi ada Syaratnya!

AKURAT.CO Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya siap membantu negara-negara Timur Tengah menghadapi serangan drone, terutama yang dikaitkan dengan Iran.
Namun, Kyiv menegaskan bantuan tersebut tidak gratis, Zelenskiy menegaskan bahwasanya Ukraina menginginkan kompensasi berupa pendanaan dan transfer teknologi sebagai imbalan.
Pernyataan itu disampaikan Zelenskiy pasca pemerintah Ukraina mengirim sejumlah tim ahli pertahanan udara ke kawasan Teluk.
Dimana tim tersebut bertugas memberikan penilaian teknis serta demonstrasi sistem pertahanan drone yang dikembangkan Ukraina selama perang melawan Rusia.
Ukraina Kirim Tim ke Negara Teluk
Menurut Zelenskiy, Kyiv telah mengirim tiga tim spesialis ke beberapa negara Timur Tengah, termasuk Qatar, United Arab Emirates, dan Saudi Arabia.
Selain itu, para ahli Ukraina juga ditempatkan di sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di Jordan.
Tim tersebut terdiri dari puluhan personel yang bertugas melakukan analisis sistem pertahanan udara dan memberikan pelatihan cara menghadapi drone kamikaze.
Meski demikian, Zelenskiy menegaskan keterlibatan Ukraina tidak berarti Kyiv ikut dalam operasi militer di kawasan tersebut.
“Ini bukan soal keterlibatan dalam operasi. Kami tidak sedang berperang dengan Iran,” kata Zelenskiy dikutip dari laman reuters.
Pengalaman Ukraina Jadi Rujukan Global
Selama lebih dari empat tahun perang dengan Rusia, Ukraina menghadapi serangan drone secara intensif, termasuk drone kamikaze jenis Shahed buatan Iran yang digunakan Moskow.
Kyiv mengklaim telah menghadapi puluhan ribu drone jenis tersebut, sehingga membangun sistem pertahanan berlapis yang memadukan radar, jamming elektronik, dan drone pencegat.
Pengalaman tersebut kini menjadi aset strategis Ukraina. Sejumlah negara di Timur Tengah yang juga menghadapi ancaman serupa mulai mencari solusi pertahanan yang lebih murah dan efektif, dibandingkan penggunaan rudal pertahanan udara yang mahal.
Sistem yang digunakan Ukraina sering memanfaatkan teknologi yang lebih sederhana, seperti drone pencegat berbiaya rendah, senjata ringan, dan sistem gangguan elektronik untuk menonaktifkan drone musuh.
Kyiv Incar Dana dan Teknologi
Disebutkan sebelumnya, dalam kerja sama tersebut, Ukraina tidak hanya menawarkan pelatihan, tetapi juga membuka peluang kesepakatan jangka panjang di sektor teknologi drone dengan negara-negara Teluk.
Namun, Kyiv menegaskan imbalan yang diharapkan harus jelas.
“Bagi kami saat ini, teknologi dan pendanaan sama-sama penting,” ujar Zelenskiy.
Selain dana, Ukraina juga membutuhkan sistem pertahanan udara tambahan, terutama rudal untuk sistem Patriot yang selama ini menjadi salah satu alat utama menghadapi serangan rudal balistik.
Sebagai informasi, di tengah konflik Rusia-Ukraina yang memasuki tahun kelima, perkembangan situasi di Timur Tengah juga mulai memengaruhi dinamika geopolitik global.
Zelenskiy memperingatkan eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat mengalihkan perhatian negara Barat, yang selama ini menjadi pemasok utama bantuan militer bagi Ukraina.
Sehingga situasi keamanan di Timur Tengah sempat menunda agenda diplomasi yang dirancang untuk membahas penyelesaian perang Rusia-Ukraina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









