Akurat
Pemprov Sumsel

Zelenskiyy Siap Bantu Timur Tengah Lawan Drone Iran, Tapi ada Syaratnya!

Andi Syafriadi | 16 Maret 2026, 09:50 WIB
Zelenskiyy Siap Bantu Timur Tengah Lawan Drone Iran, Tapi ada Syaratnya!
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy

AKURAT.CO Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya siap membantu negara-negara Timur Tengah menghadapi serangan drone, terutama yang dikaitkan dengan Iran.

Namun, Kyiv menegaskan bantuan tersebut tidak gratis, Zelenskiy menegaskan bahwasanya Ukraina menginginkan kompensasi berupa pendanaan dan transfer teknologi sebagai imbalan.

Pernyataan itu disampaikan Zelenskiy pasca pemerintah Ukraina mengirim sejumlah tim ahli pertahanan udara ke kawasan Teluk.

Dimana tim tersebut bertugas memberikan penilaian teknis serta demonstrasi sistem pertahanan drone yang dikembangkan Ukraina selama perang melawan Rusia.

Ukraina Kirim Tim ke Negara Teluk

Menurut Zelenskiy, Kyiv telah mengirim tiga tim spesialis ke beberapa negara Timur Tengah, termasuk Qatar, United Arab Emirates, dan Saudi Arabia.

Selain itu, para ahli Ukraina juga ditempatkan di sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di Jordan.

Tim tersebut terdiri dari puluhan personel yang bertugas melakukan analisis sistem pertahanan udara dan memberikan pelatihan cara menghadapi drone kamikaze.

Meski demikian, Zelenskiy menegaskan keterlibatan Ukraina tidak berarti Kyiv ikut dalam operasi militer di kawasan tersebut.

“Ini bukan soal keterlibatan dalam operasi. Kami tidak sedang berperang dengan Iran,” kata Zelenskiy dikutip dari laman reuters.

Pengalaman Ukraina Jadi Rujukan Global

Selama lebih dari empat tahun perang dengan Rusia, Ukraina menghadapi serangan drone secara intensif, termasuk drone kamikaze jenis Shahed buatan Iran yang digunakan Moskow.

Kyiv mengklaim telah menghadapi puluhan ribu drone jenis tersebut, sehingga membangun sistem pertahanan berlapis yang memadukan radar, jamming elektronik, dan drone pencegat.

Pengalaman tersebut kini menjadi aset strategis Ukraina. Sejumlah negara di Timur Tengah yang juga menghadapi ancaman serupa mulai mencari solusi pertahanan yang lebih murah dan efektif, dibandingkan penggunaan rudal pertahanan udara yang mahal.

Sistem yang digunakan Ukraina sering memanfaatkan teknologi yang lebih sederhana, seperti drone pencegat berbiaya rendah, senjata ringan, dan sistem gangguan elektronik untuk menonaktifkan drone musuh.

Kyiv Incar Dana dan Teknologi

Disebutkan sebelumnya, dalam kerja sama tersebut, Ukraina tidak hanya menawarkan pelatihan, tetapi juga membuka peluang kesepakatan jangka panjang di sektor teknologi drone dengan negara-negara Teluk.

Namun, Kyiv menegaskan imbalan yang diharapkan harus jelas.

“Bagi kami saat ini, teknologi dan pendanaan sama-sama penting,” ujar Zelenskiy.

Selain dana, Ukraina juga membutuhkan sistem pertahanan udara tambahan, terutama rudal untuk sistem Patriot yang selama ini menjadi salah satu alat utama menghadapi serangan rudal balistik.

Sebagai informasi, di tengah konflik Rusia-Ukraina yang memasuki tahun kelima, perkembangan situasi di Timur Tengah juga mulai memengaruhi dinamika geopolitik global.

Zelenskiy memperingatkan eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat mengalihkan perhatian negara Barat, yang selama ini menjadi pemasok utama bantuan militer bagi Ukraina.

Sehingga situasi keamanan di Timur Tengah sempat menunda agenda diplomasi yang dirancang untuk membahas penyelesaian perang Rusia-Ukraina.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.