Akurat Logo

Xi Jinping Janjikan China Lebih Terbuka untuk Investor AS

Andi Syafriadi | 14 Mei 2026, 23:20 WIB
Xi Jinping Janjikan China Lebih Terbuka untuk Investor AS
Presiden China, Xi Jinping bersama Presiden AS, Donald Trump

AKURAT.CO Presiden China Xi Jinping memberikan sinyal keterbukaan ekonomi yang lebih besar kepada perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di tengah memanasnya persaingan geopolitik antar kedua negara tersebut.

Pesan itu disampaikan Xi saat menerima sejumlah pemimpin perusahaan AS yang mendampingi Presiden AS, Donald Trump dalam kunjungannya ke Beijing.

Dalam pertemuan yang digelar di Great Hall of the People, Beijing, Xi menegaskan perusahaan-perusahaan Amerika selama ini memiliki peran penting dalam reformasi dan keterbukaan ekonomi China.

Baca Juga: Xi Jinping Peringatkan Trump soal Taiwan: AS-China Bisa Berujung Konflik Besar

“Pintu China terhadap dunia luar akan terbuka semakin lebar,” ujar Xi dikutip dari CCTV.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah pembicaraan sensitif antara kedua pemimpin negara terkait perdagangan hingga isu Taiwan. Meski demikian, Beijing tetap menampilkan pesan optimistis kepada pelaku bisnis global.

Sejumlah petinggi perusahaan teknologi dan manufaktur AS turut hadir dalam pertemuan itu, termasuk Elon Musk dari Tesla, Tim Cook dari Apple, Jensen Huang dari NVIDIA hingga Kelly Ortberg dari Boeing.

Kehadiran para eksekutif tersebut menunjukkan pasar China masih menjadi salah satu tujuan strategis bagi korporasi AS, meski hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir diwarnai perang dagang, pembatasan teknologi, dan isu keamanan nasional.

Baca Juga: Trump ke Beijing, Xi Jinping: Kita Seharusnya Menjadi Mitra, Bukan Rival!

China dan AS sendiri memiliki hubungan perdagangan terbesar di dunia. Data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menunjukkan kedua negara telah saling terhubung erat sejak China bergabung ke WTO pada 2001 dengan dukungan AS.

Dalam kesempatan itu, Xi juga menyatakan keyakinannya bahwa perusahaan AS masih memiliki peluang bisnis yang luas di China.

Sementara itu, Trump disebut mendorong terciptanya berbagai kesepakatan bisnis baru, mulai dari sektor pertanian, energi, hingga dirgantara, termasuk potensi pembelian pesawat Boeing dalam jumlah besar.

Pertemuan ini menjadi kunjungan kenegaraan pertama presiden AS yang sedang menjabat ke China dalam sembilan tahun terakhir, sekaligus menjadi sinyal penting di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.