Manuver Danone Gandeng Ulama NU untuk Redam Boikot Justru Picu Kritik

AKURAT.CO Langkah Danone-Aqua menggandeng sejumlah ulama dari Lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta dalam merespons isu boikot belakangan ini justru memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan.
Publik mempertanyakan motif di balik pendekatan ini, yang dinilai mencampuradukkan urusan bisnis dengan otoritas keagamaan dalam situasi yang penuh kepentingan.
Dalam forum kajian agama yang diselenggarakan Bahtsul Masail NU Jakarta, dirumuskan kesimpulan bahwa Danone Indonesia tidak terkait dengan Israel.
Lima poin dijadikan dasar, termasuk tidak adanya aktivitas ekspor-impor langsung dengan Israel, keterlibatan 11.000 pekerja lokal, serta kontribusi Danone dalam bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Namun alih-alih meredam polemik, langkah ini justru memunculkan kritik.
Aktivis media sosial Aresdi Mahdi alias Habib Ama menyindir melalui Instagram, “Rugi amat kalau nggak minum Aqua, sampai harus dibela dengan cara begini. Kenapa tidak promosikan air @santrisegar yang jelas dari keluarga besar NU?" dikutip pada Jumat (9/5/2025).
Kritik juga datang dari kader muda NU, Sukron Jamal dari Jaringan Muslim Madani.
Baca Juga: Akui Bakal Banyak Pemain Keturunan ke Timnas Indonesia U-17, Zahaby Gholy tak Soal
Ia menilai forum Bahtsul Masail telah disalahgunakan untuk kontra-opini, bukan untuk membahas persoalan keumatan.
"Bahtsul Masail seharusnya menjadi forum untuk memecahkan masalah umat, bukan alat untuk membela kepentingan korporasi," ujar Sukron.
Sukron juga menyoroti dugaan ketidaklengkapan informasi yang disampaikan Danone kepada forum.
Ia mempertanyakan hubungan Danone Ventures dengan perusahaan susu sintetis asal Israel, WILK, serta koneksi bisnis induk Danone S.A. dengan Strauss Group di Israel.
"Faktanya, hubungan bisnis Danone global dengan Israel itu nyata. Boikot terhadap produknya adalah bentuk solidaritas kemanusiaan," tambah Sukron.
Gerakan BDS Indonesia sebelumnya juga mencatat Danone termasuk perusahaan yang direkomendasikan untuk diboikot. Di aplikasi No Thanks, AQUA tercantum dalam daftar produk terkait Israel.
Selain itu, dua daftar resmi produk boikot yang dikeluarkan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) dan PB PMII juga mencantumkan Danone dan AQUA sebagai target.
Menanggapi kegaduhan ini, PWNU DKI Jakarta merilis klarifikasi resmi.
Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta, Emka Farah Mumtaz (Gus Mumtaz), menegaskan, forum Bahtsul Masail itu murni diskusi akademik, bukan sikap resmi PWNU.
"PWNU DKI Jakarta tidak pernah membuat pernyataan mendukung atau membela Danone Aqua. Tidak ada keputusan resmi, karena harus melalui mekanisme syuriyah dan tanfidziyah," tegas Gus Mumtaz.
PWNU DKI juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyerap informasi. Setiap sikap resmi organisasi hanya disampaikan melalui jalur formal.
Sebagai catatan, Danone sebagai induk AQUA memang telah menjadi sorotan dalam berbagai platform boikot global seperti Bdnaash, Boycott, dan No Thanks karena dugaan hubungan bisnisnya dengan Israel.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Harap Paus Leo XIV Lanjutkan Komitmen Lintas Iman Paus Fransiskus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








