Akurat
Pemprov Sumsel

Ketua MPR Kenang Permintaan Terakhir Try Sutrisno: Ada Amandemen UUD 1945 Kelima

Ayu Rachmaningtyas | 2 Maret 2026, 16:53 WIB
Ketua MPR Kenang Permintaan Terakhir Try Sutrisno: Ada Amandemen UUD 1945 Kelima
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani. (Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas)

AKURAT.CO Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengenang sosok Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno sebagai pejuang yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa hingga akhir hayat.

"Di mata kami, almarhum adalah sosok pejuang sejati. Pandangan, pikiran, waktu dan tenaga dicurahkan untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Muzani saat ditemui di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, diusia beliau yang telah senja, Try Sutrisno tetap mengikuti perkembangan kebangsaan. Try juga masih memberi perhatian besar pada persatuan dan kebersamaan.

Baca Juga: Puan Maharani Kenang Try Sutrisno: Indonesia Kehilangan Tokoh Bangsa yang Bersahaja

Dalam moment pertemuan tahun lalu, Try Sutrisno menyampaikan harapan agar dilakukan amandemen kelima terhadap Undang-Undang Dasar 1945. Keinginan itu, disampaikan langsung kepada pimpinan MPR saat itu. Pesan tersebut dia ingat hingga kini.

"Beliau pernah ngomong kepada kami saat Lebaran tahun lalu. Beliau ingin sebelum meninggal, ada amandemen Undang-Undang Dasar 1945 yang kelima. Itu saya camkan betul, ke mana pesan dari beliau kepada kami sebagai pimpinan MPR ketika itu," jelasnya.

Saat ditanya mengenai tujuan amandemen yang diinginkan Try Sutrisno, Muzani menjelaskan bahwa hal itu untuk menjaga persatuan dan menjamin keberlanjutan Indonesia.

Baca Juga: SBY Kenang Try Sutrisno sebagai Prajurit Sejati dan Negarawan Teladan

"Beliau ingin agar amandemen itu dilakukan untuk menjaga persatuan, untuk menjaga kebersamaan dan menjamin kelangsungan Indonesia ke depan yang lebih baik," ucapnya.

Dia menegaskan, MPR masih melakukan pembelajaran dan kajian terkait gagasan tersebut. Iya meyakini, seluruh pikiran dan tenaga Try Sutrisno didedikasikan bagi kepentingan bangsa hingga akhir hayatnya.

"Sampai sekarang apa yang diharapkan, apa yang dipikirkan oleh almarhum masih dilakuakn pembelajaran kajian-kajian lebih lanjut. Semua pikiran, tenaga, waktu dicurahkan untuk kepentingan bangsa dan negara sampai dengan akhir hayatnya," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.