Operasi Ketupat 2026 Digelar 13 Hari, Polri Siagakan 89 Ribu Personel

AKURAT.CO Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari untuk mengamankan arus mudik dan arus balik pada perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, mengatakan operasi tersebut merupakan agenda tahunan yang dilakukan Polri guna memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
“Untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia secara khusus menggelar Operasi Ketupat, sebuah operasi kepolisian terpusat yang bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik dan balik selama periode Hari Raya Idulfitri,” ujar Karyoto dalam rapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, Operasi Ketupat dengan sandi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, Polri mengerahkan sebanyak 89.228 personel yang akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta lembaga lainnya.
“Dalam operasi ini, ribuan personel kepolisian dibantu oleh TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya untuk mengamankan jalur-jalur utama mudik, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga pusat-pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan dan tempat wisata. Total personel Polri yang dilibatkan sebanyak 89.228 personel,” jelasnya.
Baca Juga: Realisasi Belanja APBN Melonjak 41,9 Persen di Awal 2026
Selain pengamanan arus lalu lintas, Polri juga meningkatkan patroli guna mengantisipasi potensi tindak kriminal yang kerap meningkat selama musim mudik.
“Aparat kepolisian juga melakukan patroli rutin guna mencegah tindak kriminal seperti pencurian, penjambretan, dan perampokan yang kerap meningkat saat musim mudik,” katanya.
Polri juga menyiapkan fasilitas darurat untuk mengantisipasi insiden selama perjalanan mudik, termasuk ambulans udara.
“Secara khusus kami dari Baharkam Polri menyiapkan dua ambulans udara yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi insiden dalam perjalanan mudik. Namun saat ini baru ditempatkan di Pulau Jawa,” ujar Karyoto.
Melalui Operasi Ketupat 2026, Polri berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan lancar sehingga dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan nyaman.
“Dengan adanya Operasi Ketupat, diharapkan perjalanan mudik menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











