Akurat
Pemprov Sumsel

Begini Strategi Pemerintah Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026

Ayu Rachmaningtyas | 12 Maret 2026, 09:49 WIB
Begini Strategi Pemerintah Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026
Menko PMK, Pratikno, menyebut pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurai kepadatan perjalanan selama mudik Lebaran 2026. (Kemenko PMK)

AKURAT.CO Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, lancar, nyaman dan selamat.

Salah satu fokus utama adalah mendistribusikan pergerakan orang selama periode mudik Lebaran agar tidak menumpuk pada satu waktu tertentu. Mengingat potensi mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai 143 juta orang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurai kepadatan perjalanan selama musim mudik Lebaran 2026.

Mulai dari fleksibel working arrangement (FWA), pengaturan libur sekolah, hingga pengaturan lalu lintas dan transportasi.

"Salah satu yang kami upayakan agar arus mudik ini lebih lancar, lebih aman, lebih nyaman adalah pendistribusian pergerakan pemudik. Dengan rangkaian kebijakan ini kita harapkan pemudik tidak menumpuk di satu waktu tertentu," ujar Menko PMK, dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada musim mudik Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143,9 juta orang. Namun pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan angka mobilitas aktual biasanya lebih tinggi sekitar 10 persen.

Baca Juga: Jalur Tarutung–Sibolga Rawan Longsor Jelang Mudik, Pemerintah Minta Pemudik Waspada

"Perkiraan surveinya itu adalah 143.915.053. Tetapi dari tahun ke tahun dalam praktiknya lebih tinggi dari survei, sekitar 10-an persen lebih tinggi, artinya bisa menjadi sekitar 155 juta manusia bergerak," kata Menko PMK.

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan, antara lain fleksibel working arrangement pada 16-17 Maret dan 25-27 Maret 2026, libur sekolah mulai 16 Maret, serta cuti bersama yang diharapkan dapat menyebarkan waktu perjalanan masyarakat.

Selain pengaturan mobilitas orang, pemerintah juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan menengah hingga tinggi akibat dinamika atmosfer dan potensi bibit siklon.

"Kita juga harus waspada, mengantisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategori menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia," ucap Menko PMK.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan operasional, antara lain operasi modifikasi cuaca, kesiapan 191 Unit Pelaksana Teknis BMKG, serta pelaksanaan Operasi Ketupat Polri pada 13-26 Maret 2026.

Baca Juga: Jalan Pantura Jadi Perhatian, Pemerintah Pastikan Jalur Mudik Siap Dilalui

Posko terpadu lintas kementerian/lembaga juga disiagakan di berbagai titik untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

Dalam aspek kesehatan dan keselamatan perjalanan, pemerintah menyiagakan lebih dari 2.700 pos pelayanan kesehatan di sepanjang jalur mudik serta melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum.

"Saat ini sudah dilakukan cek kesehatan terhadap 338 pengemudi bus di sejumlah pool perusahaan dan terminal di Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan akan diperluas ke daerah-daerah lain. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, tes alkohol, serta narkotika dan zat adiktif lainnya," jelas Menko PMK.

Di sisi lain, Menko PMK mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran penyakit menular yang saat ini terjadi, seperti campak di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

"Kami mengajak semua warga untuk memastikan imunisasi campak sudah lengkap, terutama pada anak-anak, serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat selama perjalanan mudik," katanya.

Selain layanan transportasi dan kesehatan, pemerintah memastikan dukungan layanan bagi pemudik seperti penyediaan ribuan Masjid Ramah Pemudik, kesiapan rest area, serta jaminan ketersediaan bahan bakar dan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur utama perjalanan.

Baca Juga: BRI Siapkan 175 Bus Gratis bagi Pemudik Lebaran 2026, Pastikan Mudik Lancar dan Aman

Menko PMK mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti arahan petugas dan memanfaatkan informasi resmi yang telah disediakan pemerintah guna menjaga kelancaran perjalanan selama periode mudik.

"Kami mengharapkan kerja sama dari semua pihak dan toleransi dari bapak-ibu yang mudik Lebaran untuk menaati saran-saran dari petugas dan selalu memonitor informasi. Semoga mudik ini berjalan aman, lancar, nyaman, sehat dan menggembirakan," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.