Akurat
Pemprov Sumsel

Wakil Ketua DPR: Hutan Bukan Cuma Paru-paru Dunia Tapi Juga Aset Investasi Hijau

Redaksi Akurat | 18 April 2026, 06:58 WIB
Wakil Ketua DPR: Hutan Bukan Cuma Paru-paru Dunia Tapi Juga Aset Investasi Hijau
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, saat menghadiri forum diskusi di Washington DC, Selasa (14/4/2026). (Ist/Parlementaria)

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menegaskan komitmen Indonesia untuk mengembangkan pasar karbon berintegritas tinggi.

Lewat forum diskusi di Washington DC, ia menyebut hutan tropis Indonesia bukan hanya milik lokal tapi aset strategis investasi hijau global.

"Saya tegaskan, hutan kita bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga berkontribusi bagi dunia. Ini adalah aset strategis yang harus dikelola secara berkelanjutan," ujar Sari, melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sari dalam forum bertajuk "Towards High-Integrity Carbon Markets in Indonesia: Progress and Prospects" yang digelar di Washington DC, pada Selasa (14/4/2026).

Acara tersebut dihadiri perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi internasional hingga lembaga sertifikasi karbon.

Baca Juga: Komisi XII DPR Dukung Penuh Investasi Rp7 Triliun Pabrik Baterai EV di Karawang: Ekonomi Naik, Lingkungan Jadi Perhatian

Menurut Sari, Indonesia punya posisi strategis sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan tropis terbesar di dunia. Tak hanya hutan, lahan gambut dan ekosistem mangrove juga menjadikan Indonesia sebagai pusat penyimpanan karbon global.

"Potensi ini bisa dioptimalkan lewat pasar karbon yang kredibel dan transparan," katanya.

Pengelolaan penyerapan karbon yang terukur akan membuka peluang investasi hijau bernilai besar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sari mengingatkan bahwa krisis iklim saat ini sudah menjadi realita yang dirasakan langsung masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif.

Ia pun mendorong penguatan pendekatan berbasis alam atau nature-based solutions sebagai bagian dari strategi nasional. Tujuannya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi.

Baca Juga: Baleg DPR Setujui 5 RUU Baru Masuk Prolegnas Prioritas 2026, Termasuk RUU Penyiaran dan Perumahan

"Pengembangan pasar karbon harus memastikan transparansi, kredibilitas, dan manfaat nyata, baik bagi masyarakat maupun bagi keberlanjutan lingkungan global," jelas legislator Fraksi Partai Golkar itu.

Sari mengajak seluruh pemangku kepentingan, di tingkat nasional maupun internasional, untuk memperkuat kolaborasi membangun ekosistem pasar karbon yang berintegritas tinggi.

DPR RI, lanjutnya, akan terus mendukung kebijakan yang mendorong pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam agenda global penanganan perubahan iklim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK