Kemenkes Segera Tindaklanjuti Kasus Malpraktik Angkat Rahim di RS Muhammadiyah Medan

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan masih mendalami dugaan kasus malpraktik di Rumah Sakit Muhammadiyah Medan, di mana seorang wanita diangkat rahimnya tanpa persetujuan dirinya maupun keluarga.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kasus tersebut. Jika dalam kasus ini ditemukan malpraktik, maka Kemenkes akan melakukan tindak lanjut secara profesional.
"Kita sedang dalami. Nanti kita evaluasi. Aturannya sudah ada, panduan peran dan juknisnya ada. Kalau memang nanti ada malpraktik ya kita tidak lanjutin secara proporsional," kata Dante saat ditemui di Kantor Kemenkes, Kamis (23/4/2026).
Sebelumnya, seorang pasien asal Medan, Mimi Maisyarah (48) diduga menjadi korban malapraktik di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah. Pihak RS diduga melakukan tindakan pengangkatan rahim tanpa izin pasien atau keluarga.
"Jadi kita mendapatkan informasi ini di berbagai lini massa pada tanggal 21 April 2026, maka kita per tanggal 22 April kita turun ke Rumah Sakit Muhammadiyah bersama dengan Satgas mutu yang kita miliki, dari Dinas Kesehatan Kota Medan, dari Persatuan Rumah Sakit wilayah Sumut, dan kita koordinasi dengan Ombudsman agar nanti ini bisa kita nilai bersama," kata Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal, saat dihubungi, Kamis (23/4/2026).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi sejumlah informasi dari Rumah Sakit Muhammdiyah. Hari ini Dinkes Sumut dan Ombudsman bakal menemui pasien dan keluarga untuk mengkonfirmasi informasi terkait peristiwa ini.
Baca Juga: Kemenkes Imbau Masyarakat Waspadai Polusi dan Peningkatan Risiko Penyakit Akibat El Nino
"Sejauh ini satu hari kami turun di (Rumah Sakit) Muhammadiyah sudah ada beberapa informasi yang kami dapatkan, namun kami kira ini akan kami lengkapi terlebih dahulu karena kita akan mintai keterangan hari ini dengan pasien atau keluarga pasien untuk mengkonfirmasi informasi-informasi yang kita dapatkan dari Rumah Sakit Muhammdiyah," jelasnya.
Rumah Sakit Haji Medan juga bakal dimintai keterangan untuk mendalami informasi dugaan malpraktik. Pasien disebut dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan.
"Rumah Sakit Haji juga akan kami mintai keterangan karena dalam informasi yang beredar di media tersebut bahwa Rumah Sakit Haji juga disebutkan sebagai terminal akhir layanan pada waktu adanya keluhan-keluhan dari pasien yang disebutkan dalam hal ini," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








