Akurat Logo

Gaya Komunikasi Seskab Teddy Dinilai Efektif: Sentuh Langsung Calon Siswa Sekolah Rakyat

Moehamad Dheny Permana | 23 April 2026, 21:43 WIB
Gaya Komunikasi Seskab Teddy Dinilai Efektif: Sentuh Langsung Calon Siswa Sekolah Rakyat
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama para calon siswa sekolah rakyat. (Akurat.co/Moehamad Dheny Permana)

AKURAT.CO Upaya Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, berbincang langsung dengan calon siswa Sekolah Rakyat dinilai sebagai contoh komunikasi publik yang efektif dan sederhana.

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menyebut tidak banyak pejabat yang mau turun langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan. Menurutnya, langkah yang dilakukan Seskab Teddy patut diapresiasi.

“Memang terlihat sederhana, tetapi ini penting disoroti karena jarang ada pejabat yang mau melakukannya. Banyak yang tahu ada masalah, tapi mengetahui saja tidak cukup,” ujar Hendri di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Saifullah Yusuf untuk meninjau calon Sekolah Rakyat di STIA LAN, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Teddy juga menyempatkan diri berbincang langsung serta memberikan motivasi kepada anak-anak yang selama ini putus sekolah.

Hendri menilai, kehadiran langsung pejabat di tengah masyarakat menjadi indikator keseriusan dalam melayani publik.

“Kalau pejabat mau hadir, duduk, dan bicara langsung dengan anak-anak, publik bisa menilai sendiri mana yang benar-benar serius,” katanya.

Ia juga menyoroti gaya komunikasi Teddy yang tanpa pidato panjang maupun paparan data berlebihan.

Baca Juga: Terkuak! Chat Ammar Zoni Titip Beli Plastik Klip ke Kekasih Jadi Bukti Kuat Hakim Jatuhkan Vonis ​

Dalam kunjungan tersebut, Teddy lebih banyak berinteraksi langsung dan menyampaikan hal-hal yang dilihatnya di lapangan.

“Ini komunikasi yang jujur—aksi dulu, baru bicara. Datang, lihat, dengar, lalu sampaikan apa adanya. Itu justru yang paling sulit dilakukan,” ujar Hendri.

Menurutnya, pola komunikasi seperti ini mencerminkan pendekatan yang mulai membaik dari komunikasi Istana, dengan menekankan kehadiran yang terasa autentik di mata publik.

“Kalau ini dilakukan secara konsisten, masyarakat sendiri yang akan menilai. Dan kepercayaan yang terbentuk secara organik tidak mudah digoyahkan,” tambahnya.

Momen Haru Calon Siswa

Sebelumnya, momen haru terjadi saat salah satu calon siswa, Aljabar Nur, menangis di pundak Teddy saat kunjungan di STIA LAN, Pejompongan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Kehadiran Teddy dalam kegiatan tersebut merupakan undangan langsung dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Sebagai Duta Sekolah Rakyat, ia memberikan motivasi kepada sekitar 70 calon siswa yang hadir bersama orang tua mereka.

Dalam sesi interaksi, beberapa siswa maju untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan cita-cita. Namun, Aljabar tak kuasa menahan tangis saat berbicara.

“Saya ingin sekolah, Pak,” ucapnya sambil menangis.

Diketahui, Aljabar merupakan anak ke-5 dari enam bersaudara dan belum pernah mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

Ia sehari-hari membantu keluarga dengan mengamen di wilayah Klender, Jakarta Timur.

Melihat hal itu, Teddy berusaha menenangkan dan memberikan semangat. Ia memastikan para siswa akan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak di Sekolah Rakyat.

“Tidak apa-apa, jangan menangis. Di sini nanti semua belajar dengan baik, mendapatkan penginapan dan gizi yang layak,” ujar Teddy.

Baca Juga: DPR Sahkan UU PPRT Setelah 22 Tahun, Ketua Komisi XIII: Ini Kemenangan Kemanusiaan

Dalam kesempatan tersebut, Aljabar juga menyampaikan cita-citanya menjadi polisi. Teddy pun optimistis seluruh calon siswa memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Saya melihat di sini semuanya berani—berani maju, berani bicara, dan tidak malu. Insyaallah dengan pendidikan, cita-cita mereka bisa tercapai,” tuturnya.

Kunjungan ini tidak hanya memperlihatkan sisi humanis pejabat publik, tetapi juga menegaskan pentingnya kehadiran langsung negara dalam menjawab persoalan pendidikan dan kesenjangan sosial di masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.