Pendiri Ponpes di Pati Dijerat Tiga Pasal Kasus Kekerasan Seksual, Terancam 15 Tahun Penjara

AKURAT.CO Pendiri pondok pesantren Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ashari, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap santriwati. Tersangka dijerat dengan tiga pasal sekaligus.
"Pasal yang disangkakan terkait dengan pencabulan dan kekerasan seksual terhadap anak," kata Kapolresta Pati, Jaka Wahyudi, dikutip Jumat (8/5/2026).
Dia menjelaskan, Ashari dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, yakni Pasal 76 huruf E juncto Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Baca Juga: Sempat Sembunyi di Wonogiri, Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Berhasil Diringkus Polisi
Selain itu, tersangka juga dikenakan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) Pasal 6 huruf C juncto Pasal 15 UU Nomor 12 Tahun 2022 yang ancaman hukumannya mencapai 12 tahun penjara.
"(Juga) UU tindakan kekerasan seksual dan terhadap anak pasal 6 huruf C juncto Pasal 15 UU No. 12 Tahun 2022, dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun," bebernya.
Tak hanya itu, polisi turut menjerat Ashari dengan Pasal 418 ayat 1 dan 2 KUHP terkait persetubuhan terhadap anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
"Serta KUHPidana Pasal 418 ayat 1 dan 2 terkait persetubuhan anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun," urainya.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan adanya dugaan doktrin yang diberikan tersangka kepada para korban. Ashari disebut menanamkan pemahaman bahwa murid wajib mematuhi seluruh perintah guru, sehingga korban tidak berani menolak tindakan pelaku.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Santriwati di Pati Pelanggaran HAM Berat, Pelaku Harus Dihukum Berat
Jaka menyebut para korban baru berani melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian setelah mereka lulus dari pondok pesantren.
Sebelumnya, Polda Jateng berhasil meringkus Ashari di Kabupaten Wonogiri, Kamis (7/5/2026) dini hari. Tersangka diketahui sempat berpindah-pindah tempat persembunyian karena takut ditangkap polisi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Muhammad Anwar Nasir, mengatakan Ashari diamankan sekitar pukul 04.45 WIB di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








