Ungkap Intervensi, Jokowi Tak Tahu Agus Rahardjo Dilaporkan

AKURAT.CO Presiden Jokowi mengaku tidak tahu adanya laporan polisi kepada eks Ketua KPK, Agus Rahardjo, yang mengaku diintervensi ketika menangani perkara korupsi KTP elektronik, Setya Novanto. Tak ada keterangan lebih lanjut dari Jokowi, ketika disinggung wartawan mengenai persoalan ini.
Agus Rahardjo dilaporkan oleh DPP Persaudaraan Aktivis dan Warga (Pandawa) Nusantara buntut pengakuannya ketika hadir dalam sebuah acara berita televisi. Agus mengaku dipanggil seorang diri ke Istana, dan dimarahi Jokowi untuk menghentikan perkara Novanto.
"Saya belum tahu (adanya laporan)," kata Jokowi, di Jakarta, Jumat (15/12/2023).
Baca Juga: Jokowi Belum Terpikir Polisikan Agus Rahardjo
Jokowi maupun pihak Istana telah memberi klarifikasi atas pengakuan Agus Rahardjo tersebut. Jokowi meminta kembali pemberitaan tahun 2017 yang isinya meminta Novanto mengikuti proses hukum.
Ketika disinggung adanya salah satu capres yang mengeluhkan rendahnya indeks demokrasi Indonesia, Jokowi mengaku bakal menjadikan bahan tersebut untuk evaluasi. Turunnya indeks demokrasi disinggung Anies Baswedan pada sesi debat capres perdana yang digelar KPU.
Jokowi mengingatkan, pemerintah tidak pernah memberi batasan-batasan terkait kebebasan berekspresi. Bahkan dirinya mengaku tak mempersoalkan pernyataan-pernyataan yang menghina personal.
Baca Juga: Sikapi Pengakuan Agus Rahardjo, Puan Buka Ruang Interpelasi
"Ada yang maki-maki presiden, ada yang caci-maki presiden, ada yang merendahkan ada juga yang menjelekkan," tuturnya.
Dia juga menegaskan pemerintah tidak melarang aksi demonstrasi yang kerap dilakukan pada titik-titik Ring 1, baik di Istana maupun di Patung Kuda, Thamrin.
"Di Patung Kuda, depan Istana juga demo. Hampir setiap minggu, setiap hari juga ada. Enggak ada masalah," kata Jokowi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







