Akurat
Pemprov Sumsel

Gelorakan Prabowo-Gibran Dipilih Aklamasi, Fahri Perlu Belajar Lagi

Paskalis Rubedanto | 27 Desember 2023, 12:46 WIB
Gelorakan Prabowo-Gibran Dipilih Aklamasi, Fahri Perlu Belajar Lagi

AKURAT.CO Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah, diminta belajar lagi setelah menggelorakan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran, dipilih secara aklamasi pada Pilpres 2024. Fahri dianggap tidak memahami sistem pemilu dan ketatanegaraan karena menggaungkan aklamasi dalam suksesi nasional.

Juru Bicara Timnas Anies-Muhaimin (Amin), Indra Charismiadji malah menyebut Fahri perlu belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Artinya, Fahri tak paham maksud dari aspirasinya sendiri.

“Fahri ini tidak paham tata negara sepertinya mungkin harus belajar PKN tingkat SMP lagi,” kata Indra, kepada Akurat.co, di Jakarta, Rabu (27/12/2023).

Baca Juga: Fahri Hamzah Klaim Jika Prabowo-Gibran Menang, Capres Pesaing Diajak Jadi Menteri

Aspirasi Prabowo-Gibran dipilih aklamasi disuarakan Fahri melalui akun medsos X pribadi eks politisi PKS itu. Indra menilai Fahri tak sadar posisi. Bahkan seperti membabi buta memenangkan Prabowo dengan menyuarakan aspirasi yang tak logis.

“Fahri ini bingung posisi, mungkin ingin dapat posisi menteri walau sebulan atau dua bulan,” selorohnya.

Baca Juga: Fahri Hamzah Gaungkan Aklamasi Prabowo-Gibran, TPN Ganjar-Mahfud: Ngelantur

Indra turut menanggapi cuitan Fahri yang menyebut Amin menyuarakan perubahan,  namun tidak konsisten. Sebab, Nasdem dan PKB yang menjadi partai pendukung juga masuk dalam barisan parpol penguasa.

“Dia bingung dengan konsep oposisi. Jadi dia berpikir bahwa dengan mengusung Anies, maka Nasdem dan PKB itu harusnya berubah jadi oposisi,” ucap Indra.

Baca Juga: Fahri Hamzah Gaungkan Aklamasi Prabowo-Gibran, Singgung Paslon 1 dan 3 Salah Posisi

Indra melanjutkan, Pilpres 2024 bukan pertarungan antar Presiden Jokowi dengan Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Dia mengingatkan pula koalisi maupun oposisi belum terbentuk karena belum ada presiden terpilih dari hasil pemilu.

“Ini kan sesat pikir, yang lagi berkontestasi itu bukan Jokowi vs Anies vs Ganjar. Jadi, kondisi sekarang itu belum ada koalisi pendukung Presiden 2024 maupun oposisinya. Pemilihan umum saja belum,” kata Indra.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.