Akurat
Pemprov Sumsel

Majunya Gibran Disorot New York Times: Perkuat Demokrasi atau Dinasti?

Roni Anggara | 6 Januari 2024, 21:35 WIB
Majunya Gibran Disorot New York Times: Perkuat Demokrasi atau Dinasti?

 

AKURAT.CO Majunya Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024 turut disorot media “New York Times” yang menjadikannya topik utama (headline) dalam rubrikasi dunia. Media ternama asal Amerika Serikat (AS), mempertanyakan apakah majunya Gibran bakal memperkuat demokrasi atau mengubahnya menjadi dinasti.

Judul besar tersebut turut menyertakan foto Gibran bersama capres Prabowo Subianto berdiri dari atas mobil terbuka, melambaikan tangan kepada massa pendukung. Prabowo-Gibran merupakan pasangan capres-cawapres nomor urut 2, yang berkompetisi melawan pasangan nomor urut 1, Anies-Muhaimin dan paslon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud.

“Putra presiden menghiasi pemilu Indonesia. Apakah itu demokrasi atau dinasti?” tulis judul utama “New York Times”, yang bisa dibaca secara daring, Sabtu (6/1/2024).

Baca Juga: 2024, Pertarungan Pro Demokrasi Vs Politik Dinasti

“New York Times” menyinggung, banyak kritikus yang menganggap majunya Gibran menandakan demokrasi yang dibangun susah payah di Indonesia, mengalami kemunduran di bawah pemerintahan Presiden Jokowi. Padahal Jokowi bukan pemain utama dalam percaturan perpolitikan kita.

Majunya Gibran meninggalkan jejak kontroversial dari putusan MK Nomor 90, yang menambah norma syarat capres-cawapres. Imbas putusan tersebut, Anwar Usman, yang memiliki relasi famili dengan Gibran dan Jokowi, dinyatakan melanggar etik dan dipecat dari jabatan Ketua MK.

Tanpa putusan MK, Gibran tidak bisa dipinang Prabowo, yang juga menjabat Menhan RI maju Pilpres 2024. Majunya Gibran juga diwarnai beragam insiden yang mengundang pertanyaan netralitas Kepala Negara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.