Silakan Presiden Jokowi Kampanye, asal Tidak Cilukba

AKURAT.CO Presiden Jokowi diyakini bakal turun langsung mengampanyekan paslon capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran, untuk menguatkan elektabilitas dan memastikan Pilpres 2024 berjalan satu putaran. Bukan persoalan kalau Jokowi berkampanye, asalkan tidak main cilukba.
Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti menilai, lebih elegan Jokowi mengaku mendukung paslon tertentu untuk menghindari kecurigaan ketidaknetralan. Setelah itu, tanpa harus main petak umpet, Jokowi bisa kampanye asalkan melakukan cuti.
"Pak Jokowi kalau anda punya kecenderungan mendukung salah satu paslon, lebih baik terbuka. Kalau mau ikut kampanye, cuti," kata Ray, dalam acara diskusi yang digelar di Kantor Para Syndicate, Jakarta, Kamis (18/1/2024).
Baca Juga: Pemakzulan, Warning untuk Jokowi
Menurutnya, pengakuan pilihan politik Jokowi juga bisa mengeleminasi dorongan pemakzulan yang dilatari dari kekhawatiran terjadinya kecurangan pada Pemilu 2024. Ray meminta isu pemakzulan disikapi serius oleh Jokowi agar tidak membesar.
"Kita ingatkan kepada Pak Jokowi, hati-hati Pak Jokowi, isu ini bukan sambil lalu, isu ini sangat serius," katanya.
Dia menganggap besar kemungkinan Jokowi bakal turun langsung kampanye untuk Prabowo-Gibran, lantaran elektabilitas paslon capres-cawapres itu stagnan sejak Desember 2023, hingga pertengahan Januari 2024. Tak ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mendongkrak kecuali Jokowi terlibat langsung.
Baca Juga: Sikapi Pemakzulan Jokowi, Nusron Bela Mahfud
"Kemacetan ini menurut saya, sulit untuk diurai kecuali Pak Jokowi yang turun langsung. Kalau yang turun ketua-ketua partai mencoba mengurai kemacetan ini, yang ada adalah salah ucap. Bansos disebut kebaikannya Pak Jokowi, salah. Bansos itu adalah uang rakyat untuk rakyat," ujarnya.
Ray menyebut, dengan keterlibatan langsung Jokowi, Pilpres 2024 bisa saja selesai dalam satu putaran. Kalau Jokowi berdiam diri, pilpres bisa dua putaran dan sulit memastikan paslon nomor urut 2, memenangi kontestasi.
Baca Juga: Alat Peraga Kampanye Bawa Petaka, Bawaslu Hanya Bisa Mengimbau
Dalam konteks ini, Ray meminta Jokowi bersikap elegan dengan menyatakan dukungan terbuka, tidak bersikap mendua, untuk mencegah membesarnya pemakzulan. Jokowi bahkan dibolehkan cuti untuk kampanye.
"Kalau masuk dua putaran, persaingan semakin ketat karena 01-03 mulai mendekat," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









