Pertambangan Era Jokowi, Cak Imin: Hilirisasi Ugal-ugalan Rakyat Tetap Miskin
Citra Puspitaningrum | 21 Januari 2024, 20:46 WIB

AKURAT.CO Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 1, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyoroti sektor pertambangan Indonesia yang dikelola tidak berdasarkan pada aspek kesejahteraan untuk rakyat.
Cak Imin menyebut berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terdapat 2.500 tambang ilegal di Indonesia. Menurutnya itu tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah dan hanya dinikmati segelintir kelompok.
"Salah satu yang memrihatinkan adalah data ESDM itu ada 2.500 tambang ilegal. Sementara tambang yang legal tidak membawa kesejahteraan," kata Cak Imin di JCC, Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024).
Baca Juga: Terima Uang Korupsi Abdul Gani Kasuba, Caleg Muhaimin Syarif Diduga Bantu Urus Izin Tambang
Politisi PKB itu menilai pertambangan yang dikelola pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tak mampu memberikan dampak bagi rakyat. Kesejahteraan tidak hadir dalam pengelolaan tambang yang sangat masif.
"Kita menyaksikan dalam proses penambangan dan bisnis tambang kita hilirisasi dilakukan ugal-ugalan. Merusak lingkungan, ada kecelakaan, tenaga asing mendominasi, disisi lain perkembangan hilirisasi maupun tambang tidak signifikan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar," ujarnya.
"Sulawesi Tengah pertumbuhan ekonominya sampai sekarang bisa 13 persen tinggi sekali. Tetapi rakyatnya tetap miskin dan tidak bisa menikmati, hilirisasi apa yang kita lakukan sementara aktivitas ilegal masih terus berlangsung," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








