Peringati KAA 1955, PDIP Tekankan Kebebasan Berpendapat Tak Boleh Ditekan

AKURAT.CO DPP PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan pentingnya menjaga semangat pembebasan dan keadilan, yang diwariskan dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 sebagai fondasi kehidupan demokrasi di Indonesia.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyinggung bahwa konferensi tersebut tidak hanya melahirkan solidaritas negara-negara Asia-Afrika, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam perjuangan internasional, termasuk terkait Irian Barat.
"Kemudian yang kedua, dalam hubungan sikap yang telah dinyatakan mengenai penghapusan kolonialisme, Konferensi Asia Afrika menyokong kedudukan Indonesia dalam persoalan Irian Barat. Jadi ini adalah suatu hukum internasional yang diciptakan melalui Konferensi Asia Afrika Dasa Sila Bandung," kata Hasto, dalam acara peringatan 71 tahun KAA 1955, yang digelar di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Peringatan Keras Megawati ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun Langsung ke Masyarakat
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam KAA seharusnya tetap menjadi rujukan dalam kehidupan berbangsa, terutama dalam menjunjung keadilan dan kemanusiaan serta menolak segala bentuk penindasan.
Dia menyoroti fenomena saat ini di mana kritik terhadap pemerintah kerap berujung pada pelaporan hukum. Padahal, kritik merupakan bagian dari dialektika yang sehat dalam sistem demokrasi.
"Sekarang ini kritik masalah pangan diadukan ke polisi. Kritik masalah terhadap pemerintah diadukan kepada polisi. Padahal Republik ini dibangun dengan suatu dialektika," imbuhnya.
Baca Juga: KPK Bakal Panggil Lagi Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Usai Penggeledahan di Rumahnya
Dia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak berarti bentuk penolakan, melainkan wujud kepedulian dan kecintaan terhadap bangsa. Dia juga menekankan bahwa perbedaan pandangan dan ide seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian penting dalam demokrasi selama dilandasi semangat kebangsaan.
"Perbedaan-perbedaan ide dan pemikiran selama digerakkan oleh semangat rasa cinta tanah air untuk kemajuan bangsa itu bukan hal yang diharamkan, tetapi itu penting dalam hal demokrasi," ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Hasto menilai PDIP harus tetap menjadi partai yang kokoh dan progresif dalam menghadapi berbagai tekanan, serta konsisten memperjuangkan kebebasan berekspresi, kebebasan pers, dan fungsi pengawasan lembaga legislatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








