Akurat
Pemprov Sumsel

Cak Imin Soroti Ketidaksolidan PBNU, Ajak Alumni PMII Turun Tangan

Moehamad Dheny Permana | 20 April 2026, 09:21 WIB
Cak Imin Soroti Ketidaksolidan PBNU, Ajak Alumni PMII Turun Tangan
Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, menyampaikan keterangan pers usai Halalbihalal Ikatan Alumni PMII di Jakarta, Minggu (19/4/2026) malam. (Akurat.co/Moehamad Dheny Permana)

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, menyoroti dinamika organisasi yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menko Pemberdayaan Masyarakat yang akrab disapa Cak Imin itu melihat ada persoalan serius yang berkaitan dengan efektivitas kepemimpinan dalam menjalankan roda organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Kondisi PBNU saat ini dinilai memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak. Terutama mereka yang tumbuh dari rahim organisasi NU seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

"Ya, sebagai alumni PMII, NU itu pasti menjadi tempat perjuangan yang paling mulia. Apa yang terjadi di tubuh NU hari ini adalah keprihatinan kita semua. Kepemimpinan yang tidak solid, tidak produktif. Nah, ini harus menjadi keprihatinan kita semua," jelasnya dalam acara Halalbihalal Ikatan Alumni PMII di Jakarta, Minggu (19/4/2026) malam.

Cak Imin menekankan bahwa keprihatinan ini bukan sekadar kritik tanpa dasar. Sebagai sosok yang pernah besar di lingkungan aktivis mahasiswa, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mencari solusi atas kebuntuan yang terjadi.

Baca Juga: Jelang Muktamar, Kandidat Ketum PBNU Bermunculan, Tokoh: Cari yang Bersih dari Konflik!

Ia mendorong agar ada ruang dialog yang lebih terbuka dan substantif demi masa depan organisasi. Menurutnya, pembenahan pola kepemimpinan menjadi kunci agar NU kembali pada jalur produktivitas sebagaimana yang diharapkan oleh warga Nahdliyin.

Oleh karena itu, Cak Imin juga memandang pentingnya acara halal-bihalal IKA PMII ini sebagai sarana konsolidasi jelang berlangsungnya Muktamar NU 2026.

"Karena itu ya sebagai alumni PMII generasi yang pernah aktif, tentu merasa terpanggil untuk berpikirlah kita cari diskusi yang penting untuk kemajuan NU ke depan," katanya.

Cak Imin juga mengapresiasi keberagaman latar belakang alumni PMII. Ia memandang perbedaan profesi dan partai politik merupakan kekuatan besar jika dikelola dengan soliditas yang kuat demi kepentingan nasional.

Agenda halalbihalal tersebut menjadi momentum untuk menyatukan kembali visi para alumni. Ia mengingatkan bahwa keberadaan mereka di tengah masyarakat harus memberikan dampak nyata melalui kontribusi-kontribusi yang produktif di berbagai sektor.

Baca Juga: Prabowo Buka Bersama Pimpinan PBNU, MUhammadiyah dan MUI di Istana Merdeka

"Ya, alhamdulillah hari ini halalbihalal IKA PMII yang memiliki banyak alumni yang menyebar di berbagai profesi, latar belakang partai, bahkan berbagai kultur yang berbeda-beda. Sehingga halal bihalal memperkuat soliditas kontribusi yang paling penting bagaimana agar alumni PMII punya kontribusi produktif buat bangsa dan negara, buat masyarakat, buat umat dan bangsa," jelasnya.

Selain Cak Imin, beberapa tokoh yang hadir dalam Halalbihalal Ikatan Alumni PMII antara lain Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid; dan Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.