Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Berpeluang Pimpin PBNU, Singgung Rekam Jejak Ketua Umum

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menilai, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, memiliki peluang untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar mendatang.
Namun, menurutnya, hingga kini belum ada kepastian mengenai kesediaan Nasaruddin untuk maju.
"Belum (bersedia). Yang saya sampaikan itu baru potensi," kata Gus Ipul di Universitas Nasional, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Gus Ipul mengatakan peluang Nasaruddin dapat dilihat dari pola kepemimpinan PBNU selama sekitar 70 tahun terakhir.
Berdasarkan catatan sejarah, mayoritas Ketua Umum PBNU berasal dari jajaran pengurus inti yang sebelumnya menduduki posisi strategis di organisasi.
Ia menjelaskan, PBNU dalam tujuh dekade terakhir dipimpin oleh lima tokoh dengan latar belakang yang relatif serupa.
KH Idham Chalid terpilih setelah menjabat Sekretaris Jenderal PBNU, sementara KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memimpin organisasi usai menjadi Katib Aam PBNU.
Selanjutnya, KH Hasyim Muzadi terpilih setelah memimpin Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.
Adapun KH Said Aqil Siroj dan Ketua Umum PBNU saat ini, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), sama-sama berasal dari jabatan Katib Aam PBNU.
Baca Juga: Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis
"Dari lima Ketua Umum itu, tiga sebelumnya menjabat sebagai Katib Aam PBNU, satu dari Sekjen, dan satu lagi dari Ketua PWNU Jawa Timur. Kalau melihat statistiknya seperti itu, selebihnya tentu tergantung keputusan muktamirin," ujar Gus Ipul.
Menjelang Muktamar, Gus Ipul mengajak seluruh pengurus dan kader NU untuk lebih memusatkan perhatian pada persiapan agenda organisasi daripada terjebak dalam spekulasi mengenai bursa calon ketua umum.
Ia juga mengingatkan warga NU agar lebih cermat menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.
"Sekarang di media sosial banyak informasi yang benar, setengah benar, bahkan hoaks. Kalau tidak pandai memilah, kita bisa menerima informasi yang keliru," katanya.
Gus Ipul menegaskan, NU memiliki mekanisme organisasi yang matang dalam menentukan kepemimpinan.
Menurutnya, seluruh dinamika menjelang Muktamar akan diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, sedangkan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan para muktamirin.
"NU punya mekanisme untuk menyelesaikan setiap perbedaan. Pada akhirnya muktamirin yang menentukan. Apa pun hasilnya, mari kita terima bersama. Saya mohon doa agar Muktamar nanti berjalan dengan baik," ujarnya.
Sebagai informasi, Nasaruddin Umar saat ini menjabat sebagai Rais Syuriyah PBNU dalam kepengurusan Masa Khidmat 2022–2027 di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf.
Baca Juga: 8 Cara Menolak Ajakan dengan Sopan Tanpa Merasa Bersalah dan Tetap Jaga Hubungan Baik
Sebelumnya, Nasaruddin juga pernah menjadi Mustasyar PBNU serta menjabat Katib Aam PBNU pada era kepemimpinan KH Hasyim Muzadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








