PPEI Harapkan Pemerintah Tinjau Ulang RPMK Demi Menjaga Iklim Usaha yang Kondusif

AKURAT.CO Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Pengamanan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik mengancam kelangsungan usaha para produsen E-liquid yang mayoritas UMKM di tanah air.
Wakil ketua Perkumpulan Produsen E-liquid Indonesia (PPEI), Agung Subroto mengatakan, dalam RPMK yang disusun Kementerian Kesehatan saat ini, terdapat ketentuan pengaturan penyeragaman kemasan polos (plain packaging).
"Anggota kami yang mayoritas pelaku UMKM dan berbasis industri kreatif akan terkena dampak langsung sehingga akan berimplikasi pada kelangsungan usaha kami," kata Agung Subroto, dikutip Sabtu (5/10/2024).
Baca Juga: KADIN Jatim Tolak PP 28/2024 dan RPMK yang Matikan Ekosistem Pertembakauan Nasional
Agung sangat berharap pemerintah dapat melibatkan dalam setiap perumusan regulasi yang menyangkut industri Rokok Elektrik agar dapat memberi masukan sehingga regulasi yang akan dihasilkan berimbang dan tidak diskriminatif.
"Sebagai pelaku usaha yang masih memulai tumbuh, yang masih membutuhkan pendampingan pemerintah, harusnya kami dilibatkan dalam perumusan kebijakan. Jangan sampai kami sebagai pelaku usaha kecil akan mati," terang Agung Subroto.
Dalam konteks inilah, PPEI berharap agar pemerintah meninjau ulang produk hukum seperti Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Serta RPMK, mengingat akan memberikan dampak berganda (multiflier effect) bagi iklim usaha para produsen e-liquid yang merupakan bagian dari anak bangsa yang ingin turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional.
"PPEI berkomitmen untuk senantiasa membantu pemerintah dalam perumusan kebijakan yang berkeadilan dan berasaskan iklim usaha yang sehat di tanah air," tukas Agung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








