Kopdes Merah Putih Bisa Kelola Tambang? Bahlil: Nanti Kita Lihat

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku masih mengkaji kemungkinan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kopkel) Merah Putih untuk bisa mengelola tambang.
Seperti diketahui koperasi memang diiizinkan mengelola tambang seiring disahkannya Undang-undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara (UU Minerba).
Selain koperasi, ormas keagamaan dan UMKM dapat diberikan izin usaha pertambangan (IUP) melalui lelang atau pemberian prioritas.
"Nanti kita lihat ya, apakah itu memenuhi syarat atau tidak, nanti kita lihat," jelas Bahlil ketika ditemui di kantornya, Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Baca Juga: Kementerian ESDM Izinkan Ormas Keagamaan hingga UKM Gaet Kontraktor Kelola Tambang
Menurutnya, pemberian izin usaha pertambangan kepada Koperasi Desa Merah Putih ini harus mempertimbangkan beberapa aspek, termasuk lokasi dan kapasitas koperasi tersebut.
Dijelaskannya, koperasi yang memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang pertambangan akan dipertimbangkan. Selain itu, pemerintah memprioritaskan koperasi yang berada di daerah dekat lokasi tambang.
"Supaya apa? Supaya masyarakat lokal diberikan kesempatan mengelola sumber daya alamnya," lanjutnya.
Bahlil juga menambahkan pihaknya masih membahas sooal peraturan pemerintah (PP) sebagai aturan turunan dari Undang-Undang Minerba yang baru disahkan pada Selasa, 18 Februari 2025 lalu.
Bahlil menegaskan, salah satu poin penting dalam PP Tersebut adalah pemberian prioritas pengelolaan tambang kepada koperasi dan UMKM.
Pemerintah, lanjut Bahlil, sedang menyusun skema khusus agar mereka tetap dapat bersaing dalam mendapatkan hak pengelolaan tambang.
Hal ini dilakukan agar mereka tidak selalu tersingkir dalam proses tender, sejalan dengan prinsip keadilan yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau buat tender, kasihan mereka kalah terus. Kan ini asas keadilan, perintah Pak Presiden itu kan asas keadilan," tukas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






