Akurat
Pemprov Sumsel

APLN Andalkan Recurring Income di Tengah Lesunya Pasar Properti di 2025

Esha Tri Wahyuni | 18 Maret 2026, 21:40 WIB
APLN Andalkan Recurring Income di Tengah Lesunya Pasar Properti di 2025
Ilustrasi properti APLN

AKURAT.CO PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan kinerja cukup solid sepanjang 2025 dengan penjualan dan pendapatan usaha mencapai Rp3,57 triliun.

Di tengah tekanan ekonomi global dan domestik, capaian ini menunjukkan strategi bisnis APLN masih relevan, terutama melalui kombinasi pengembangan properti dan penguatan recurring income.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menegaskan bahwa model bisnis yang menggabungkan penjualan properti dan pengelolaan aset komersial menjadi fondasi ketahanan perusahaan.

Baca Juga: APLN Bukukan Marketing Sales Rp881,5 Miliar di Semester I 2025, Tumbuh 10,5 Persen

“Kinerja selama 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan yang didukung oleh kombinasi pengembangan proyek properti dan pengelolaan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang,” ujar Justini dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Penjualan Properti Masih Jadi Tulang Punggung

Sepanjang 2025, APLN membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp2,21 triliun. Segmen rumah tinggal menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,06 triliun.

Sementara itu, penjualan apartemen mencapai Rp588,18 miliar, disusul penjualan tanah sebesar Rp247,18 miliar. Di sektor komersial, penjualan rumah toko (ruko) turut menyumbang Rp243,49 miliar.

Komposisi ini menunjukkan bahwa permintaan hunian, khususnya rumah tapak, masih menjadi motor utama di tengah perlambatan sektor properti secara umum.

Recurring Income Jadi Penopang Stabilitas

Di sisi lain, APLN mengandalkan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp1,36 triliun. Pendapatan ini berasal dari bisnis hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta lini usaha lainnya.

Portofolio aset komersial APLN mencakup sejumlah hotel dan pusat perbelanjaan besar di Indonesia.

Beberapa di antaranya seperti Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach di sektor hospitality, serta mal seperti Senayan City, Central Park, hingga Emporium Pluit Mall.

Strategi ini menjadi kunci stabilitas arus kas, terutama saat penjualan properti mengalami siklus penurunan.

“Kami terus mengoptimalkan setiap aset agar dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Beberapa proyek properti juga mengalami peningkatan nilai yang signifikan,” jelas Justini.

Meski pendapatan terjaga, APLN mencatatkan laba kotor sebesar Rp1,47 triliun, turun dibandingkan Rp2,44 triliun pada 2024.

Penurunan ini bukan semata karena pelemahan bisnis inti, melainkan efek basis tinggi pada tahun sebelumnya. Pada 2024, APLN mencatatkan keuntungan dari penjualan aset hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention.

Dengan kata lain, penurunan laba lebih bersifat teknis dan bukan mencerminkan pelemahan fundamental perusahaan.

Marketing Sales Tembus Rp1,41 Triliun

Sepanjang 2025, APLN mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,41 triliun. Angka ini berasal dari berbagai proyek unggulan yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia.

Capaian ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap produk properti APLN masih terjaga, meskipun daya beli masyarakat sempat tertekan.

Fokus Hunian Menengah dan Kawasan Terpadu

Melihat tren pasar, APLN akan memperkuat pengembangan proyek yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya segmen hunian menengah.

Segmen ini dinilai masih memiliki permintaan tinggi dan relatif lebih tahan terhadap gejolak ekonomi.

“Kami melihat kebutuhan terhadap hunian di kelompok menengah masih tetap tinggi. Oleh karena itu, Perseroan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen,” ujar Justini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.