BPDLH Gandeng Swasta, Pilot Project Dana Hijau Dimulai

AKURAT.CO Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) resmi menggandeng perusahaan global dan pemerintah daerah untuk membangun pilot project pembiayaan hijau berbasis agroforestri di Indonesia.
Kolaborasi ini melibatkan perusahaan swasta sebagai pemasok global dan offtaker, termasuk PT Mars Symbioscience Indonesia, PT Olam Food Ingredients Indonesia, dan PT Papandayan Cocoa Industries.
Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, mengatakan skema dana bergulir tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan, tetapi juga membangun rekam jejak finansial petani agar lebih mudah mengakses lembaga keuangan formal di masa depan.
Baca Juga: BPDLH Siapkan Insentif bagi UKM Untuk Masuk ke Bursa Karbon
“Melalui skema dana bergulir, kita tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun rekam jejak finansial petani,” ujarnya.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menciptakan rantai pasok yang transparan, akuntabel, dan memiliki traceability tinggi, mulai dari tingkat petani hingga pasar global.
Selain menyasar petani kakao dan kopi, program ini juga diperluas ke sektor kehutanan sosial dan kelompok tani hutan rakyat, termasuk pembiayaan untuk produk tunda tebang pohon mangga podang di Kediri.
Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, menegaskan bahwa kelompok tani hutan perlu didorong menjadi entitas usaha profesional yang bankable.
Kolaborasi juga diperluas bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk pembiayaan ratusan petani di Bulungan dan Malinau.
Menurut BPDLH, sistem monitoring berbasis data akan menjadi salah satu kekuatan utama proyek ini agar pengambilan kebijakan lebih tepat sasaran dan mampu menarik kepercayaan lembaga keuangan formal lainnya.
Baca Juga: BPDLH Siapkan Insentif bagi UKM Untuk Masuk ke Bursa Karbon
Program ini dinilai sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon nasional, sekaligus menjadi praktik baik bagi pengembangan pembiayaan hijau di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








