Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah, Bahlil: Insyallah Pasokan Aman

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 6 April 2026, 15:06 WIB
Pemerintah Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah, Bahlil: Insyallah Pasokan Aman
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan stok liquefied petroleum gas (LPG) masih dalam keadaan aman setelah adanya pengalihan impor.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah sudah mengalihkan impor pasokan LPG dalam negeri dari middle east atau timur tengah.

Bahlil menjelaskan, pengalihan sumber impor tersebut dilakukan ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara lainnya guna menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika geopolitik global.

Baca Juga: SPBE Cimuning Terbakar, Pertamina Pastikan Distribusi LPG ke Masyarakat Tetap Normal

“LPG sampai dengan sekarang insyaallah doain kita tetap aman karena yang kita ambil dari Middle East itu sudah kita alihkan ke negara lain ya, seperti di Amerika, di Australia, beberapa negara lain,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (6/4/2026).

Bahlil menambahkan, pengalihan impor ini sama seperti yang pemerintah lakukan untuk pasokan minyak atau crued.

Dimana, pemerintah mengalihkan impor minyak dari timur tengah ke wilayah lain seperti Angola dan negara lainnya.

“Ini sama hukumnya dengan ketika kita mengalihkan tentang crude dari Middle East ke beberapa negara seperti di Angola, kemudian Nigeria dan Afrika ya,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga pasokan liquefied petroleum gas (LPG) nasional di tengah ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan, kebutuhan impor LPG Indonesia saat ini mencapai 7,3 juta ton per tahun dan pada tahun ini meningkat menjadi sekitar 7,8 juta ton.

Dari total tersebut, sekitar 70% dipasok dari Amerika Serikat, sementara 30% sisanya berasal dari kawasan Timur Tengah, termasuk dari Saudi Aramco.

“Kita tahu bahwa dari informasi, dinamika ketegangan di Timur Tengah juga terkait dengan Saudi Aramco, itu juga kena kemarin dinamika di sana,” kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Rabu (4/3/2026).

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan skema pengalihan (switching) sebagian impor LPG dari kawasan yang berpotensi terdampak konflik ke negara lain yang tidak memiliki keterkaitan dengan jalur distribusi melalui Selat Hormuz.

“Maka alternatifnya adalah kita switch lagi, supaya kita tidak mengambil risiko, sebagiannya kita switch lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz,” tambah Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.