Jaga Pasokan BBM, Bahlil Buka Opsi Impor Minyak dari Rusia

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah terus membuka berbagai opsi impor minyak mentah dari berbagai negara, salah satunya dari Rusia.
Adapun, opsi ini hadir guna menjamin keamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat Indonesia.
Bahlil menyampaikan, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait realisasi impor dari Rusia.
Namun, pemerintah menegaskan tidak menutup peluang untuk mendatangkan minya dari negara mana pun selama dapat menjamin ketersediaan pasokan BBM di dalam negeri.
Baca Juga: Pemerintah Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah, Bahlil: Insyallah Pasokan Aman
"Kalau sudah jadi saya akan kabari ya, tapi sekarang adalah kita dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM,” kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Selasa (7/4/2026).
Bahlil menjelaskan, situasi pasar energi global saat ini semakin kompetitif karena banyak negara juga tengah berebut pasokan minyak di pasar internasional.
Menurut Bahlil, bahkan dalam proses tender, barang yang sebelumnya sudah tersedia masih berpotensi dialihkan kepada pembeli lain yang menawarkan harga lebih tinggi.
“Bayangkan sekarang ini orang sudah melakukan tender aja barangnya sudah ada, tapi ketika ada orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, orang itu atau trader itu atau perusahaan yang menjual itu bisa berpotensi menjual ke orang yang menawar lebih tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Bahlil Libatkan SPBU Swasta Bahas Harga BBM Nonsubsidi
Karena itu, pemerintah kini menyiapkan sejumlah alternatif sumber pasokan guna mengantisipasi gangguan distribusi maupun lonjakan permintaan global.
“Jadi kita sekarang membuat beberapa alternatif yang penting bagi kita adalah bagi pemerintah adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada,” tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










