Akurat
Pemprov Sumsel

Cara UMKM Naik Kelas: 5 Mindset yang Terbukti Bikin Omzet Melejit

Idham Nur Indrajaya | 7 April 2026, 11:30 WIB
Cara UMKM Naik Kelas: 5 Mindset yang Terbukti Bikin Omzet Melejit
Cara UMKM naik kelas dengan mindset tepat, digitalisasi, dan strategi meningkatkan omzet bisnis kecil di era modern. Ilustrasi Gemini AI

AKURAT.CO Pernah bertanya kenapa banyak usaha kecil jalan di tempat, padahal pasar terus tumbuh? Data menunjukkan, lebih dari 60% PDB Indonesia disumbang UMKM, tapi ironisnya 99% masih berada di level mikro. Artinya, banyak pelaku usaha belum benar-benar “naik kelas”.

Di tengah persaingan digital yang makin ketat, cara UMKM naik kelas bukan lagi soal siapa punya modal besar, tapi siapa yang punya pola pikir tepat dan berani berubah. Dari berbagai kisah nyata pelaku usaha perempuan, ada pola yang berulang—dan itu bisa kamu tiru.


Ringkasan: Cara UMKM Naik Kelas

Cara UMKM naik kelas bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa strategi utama berikut:

  • Adaptif terhadap teknologi (digitalisasi UMKM)

  • Terus belajar dan mengikuti pelatihan bisnis

  • Membangun relasi dan komunitas usaha

  • Menciptakan dampak sosial dari bisnis

  • Konsisten dan tidak mudah menyerah

Kombinasi mindset dan strategi ini terbukti mampu meningkatkan omzet, memperluas pasar, hingga memperkuat daya saing bisnis kecil di era digital.


Kenapa Banyak UMKM Sulit Naik Kelas?

Dikutip dari berbagai laporan ekonomi, UMKM memang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Namun, ada beberapa hambatan yang membuat banyak usaha tetap stagnan:

  • Literasi digital dan keuangan masih rendah

  • Akses pembiayaan terbatas

  • Kesenjangan gender, terutama pada UMKM perempuan

  • Minimnya akses pasar dan jaringan bisnis

Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha sulit berkembang, meski peluang sebenarnya terbuka lebar.


5 Mindset Penting agar UMKM Naik Kelas

1. Adaptif terhadap Teknologi

Di era digital, teknologi bukan lagi pilihan. Data INDEF 2024 menunjukkan bahwa digitalisasi mampu meningkatkan omzet UMKM hingga 50%. Langkah kecil seperti optimasi media sosial bisa berdampak besar.

Aisyah Nur Asri, pendiri Mad Quinn Beauty, menegaskan:

"Sebagai usaha kecil, kita harus pintar mencari tools yang mempermudah bisnis. Misalnya sesimpel merapikan medsos, mengatur landing page seperti Linktree supaya mudah diakses calon customer, dan rajin ngonten serta memanfaatkan AI untuk memperkaya ide pemasaran," ujar Aisyah melalui keterangan tertulis dari Dompet Digital DANA yang diterima AKURAT.CO, Selasa, 7 April 2026.


2. Jangan Pernah Berhenti Belajar

Pelatihan bukan sekadar teori. Ini pintu masuk ke strategi baru, mentor, dan jaringan bisnis.

Inne Viryani, pendiri Riasafood, merasakan dampaknya setelah mengikuti program SisBerdaya. Ia mengaku mendapatkan wawasan baru yang membantu mengembangkan bisnisnya hingga penjualan naik 130% dan produksi meningkat 14%.


3. Bangun Relasi dan Komunitas

Bisnis tidak bisa berjalan sendiri. Relasi membuka peluang.

Eka Shandy Andi Ishak, pendiri diTUTA, merasakan manfaatnya:

Ia aktif di komunitas SisBerdaya dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulawesi Selatan, yang membuatnya semakin berkembang dan semangat membangun usaha.

Semakin luas jaringan, semakin besar peluang.


4. Ciptakan Dampak Sosial

UMKM bukan sekadar bisnis, tapi bisa jadi alat perubahan.

Hj. Nurlaela, pendiri Cantika Sabbena, mengatakan:

“Saat ini, 90 persen karyawan saya perempuan karena saya ingin menciptakan ruang untuk sesama wanita bisa bertumbuh. Dalam pembuatan kain pun, kami memakai limbah kain," ujarnya.

Bisnisnya tidak hanya menghasilkan profit, tapi juga memberdayakan perempuan dan menjaga lingkungan.


5. Konsistensi adalah Kunci

Tidak ada hasil instan dalam bisnis.

Rani Mei Lestari, pendiri DISPROMAN Laundry, membuktikan bahwa usahanya tidak hanya melayani pelanggan, tetapi juga memberdayakan perempuan disabilitas untuk bekerja dan berkembang.

Ketekunan sering jadi faktor pembeda antara gagal dan sukses.


Peran Digitalisasi dalam Meningkatkan Omzet UMKM

Digitalisasi membuka peluang yang sebelumnya tidak terjangkau:

  • Promosi lewat media sosial

  • Penjualan melalui e-commerce

  • Efisiensi operasional dengan AI

Dengan strategi digital yang tepat, UMKM bisa:

  • Menjangkau pasar lebih luas

  • Menekan biaya operasional

  • Meningkatkan loyalitas pelanggan

Inilah alasan kenapa UMKM go digital menjadi kunci utama pertumbuhan saat ini.


Program SisBerdaya & DisBerdaya 2026: Peluang Naik Kelas

Untuk mendorong UMKM berkembang, program SisBerdaya dan DisBerdaya kembali hadir di 2026.

Director of Communications DANA Olavina Harahap menyampaikan:

“Dalam tiga tahun terakhir, program ini telah menjangkau sekitar 9.000 UMKM dan 600 UMKM menerima penghargaan. Tahun ini kami menghadirkan kurikulum baru, termasuk pembekalan gaya hidup finansial sehat.”

Program ini terbuka bagi UMKM dengan pendapatan:

  • Rp1–10 juta (ultra mikro)

  • Rp11–30 juta (mikro)

Pendaftaran dibuka hingga 28 April 2026.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi laman berikut:


Masalah UMKM Bukan Hanya Modal

Banyak yang mengira bisnis sulit berkembang karena kekurangan modal. Padahal, masalah utamanya sering kali ada di:

  • Pola pikir yang tidak berkembang

  • Ketakutan mencoba hal baru

  • Kurang adaptif terhadap teknologi

Paradoksnya, di era digital yang serba terbuka, justru banyak usaha tertinggal karena tidak berubah.


Contoh Nyata: Dari Jualan Kecil ke Bisnis Berkembang

Bayangkan seorang pelaku UMKM yang awalnya hanya jualan lewat WhatsApp.

Lalu ia mulai:

  • Aktif di Instagram

  • Membuat katalog digital

  • Gabung komunitas bisnis

  • Ikut pelatihan

Dalam beberapa bulan, pelanggan bertambah, omzet naik, dan bisnis mulai stabil.

Perubahannya sederhana, tapi dampaknya besar.


Kenapa UMKM Harus Naik Kelas Sekarang?

Karena dunia bisnis berubah cepat.

Jika tidak beradaptasi:

  • Akan kalah dengan kompetitor digital

  • Kehilangan peluang pasar

  • Sulit bertahan dalam jangka panjang

Sebaliknya, UMKM yang berkembang bisa:

  • Meningkatkan ekonomi keluarga

  • Membuka lapangan kerja

  • Mendorong ekonomi nasional


Penutup Reflektif

Di balik setiap bisnis kecil, ada mimpi besar yang ingin tumbuh. Tapi mimpi itu tidak akan berkembang tanpa keberanian untuk berubah.

Pertanyaannya, apakah kamu akan tetap bertahan di zona nyaman, atau mulai menerapkan cara UMKM naik kelas hari ini?

Pantau terus perkembangan dunia UMKM dan temukan peluang baru yang bisa membawa bisnismu ke level berikutnya.


Baca Juga: Cara Mudah Membuat Website UMKM untuk Dongkrak Penjualan di Era Digital

Baca Juga: Strategi Konten hingga Legalitas, Kunci UMKM Naik Kelas di Era Digital

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan UMKM naik kelas?

UMKM naik kelas adalah proses pengembangan usaha dari skala mikro ke kecil atau menengah dengan peningkatan omzet, kapasitas produksi, dan jangkauan pasar. Ini biasanya ditandai dengan penggunaan teknologi, manajemen bisnis yang lebih rapi, serta kemampuan bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk digital.


2. Bagaimana cara meningkatkan omzet UMKM dengan cepat?

Cara meningkatkan omzet UMKM bisa dimulai dari digitalisasi bisnis, seperti aktif di media sosial, memanfaatkan e-commerce, serta memperbaiki strategi pemasaran. Selain itu, memahami kebutuhan pelanggan dan menjaga kualitas produk juga sangat penting agar penjualan bisa tumbuh secara konsisten.


3. Kenapa banyak UMKM sulit berkembang di Indonesia?

Banyak UMKM sulit berkembang karena terbatasnya akses modal, rendahnya literasi digital, dan minimnya jaringan bisnis. Selain itu, kurangnya inovasi serta ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan pasar juga menjadi faktor utama yang membuat usaha tetap stagnan di level mikro.


4. Apa peran digitalisasi dalam pengembangan UMKM?

Digitalisasi UMKM berperan besar dalam memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan memanfaatkan platform online, pelaku usaha bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, mengurangi biaya pemasaran, serta meningkatkan omzet secara signifikan, bahkan hingga puluhan persen.


5. Apakah pelatihan bisnis penting untuk UMKM pemula?

Pelatihan bisnis sangat penting karena membantu pelaku UMKM memahami strategi pengelolaan usaha, pemasaran, hingga keuangan. Selain itu, pelatihan juga membuka peluang networking dan akses ke mentor yang bisa mempercepat pertumbuhan bisnis secara lebih terarah.


6. Bagaimana peran komunitas dalam membantu UMKM naik kelas?

Komunitas UMKM dapat membantu pelaku usaha memperluas relasi, berbagi pengalaman, serta membuka peluang kolaborasi. Dengan bergabung dalam komunitas, pelaku usaha juga bisa mendapatkan dukungan moral dan informasi terbaru yang relevan untuk mengembangkan bisnisnya.


7. Apa saja ciri UMKM yang sudah berhasil naik kelas?

UMKM yang berhasil naik kelas biasanya memiliki omzet stabil atau meningkat, sistem bisnis yang lebih terstruktur, serta sudah memanfaatkan teknologi digital. Selain itu, mereka juga memiliki branding yang kuat, pelanggan loyal, dan kemampuan untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan pasar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.