Akurat
Pemprov Sumsel

PTPN Sulap Limbah Sawit Jadi Produk Ekspor

Esha Tri Wahyuni | 6 April 2026, 07:10 WIB
PTPN Sulap Limbah Sawit Jadi Produk Ekspor
ilustrasi lahan kelapa sawit

AKURAT.CO PTPN IV PalmCo menggandeng sejumlah pemangku kepentingan menggelar pelatihan pengolahan limbah sawit bagi sekitar 100 peserta, mayoritas perempuan, di Kabupaten Kampar, Riau.

Program ini difokuskan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga petani melalui hilirisasi produk berbasis sawit.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso menyatakan, pemberdayaan perempuan menjadi elemen penting dalam memperkuat ekonomi rumah tangga di wilayah perkebunan.

Baca Juga: PTPN IV Perkuat Pengendalian Keuangan Lewat Sistem ICoFR

“Kita semua sepakat bahwa sawit adalah pohon kehidupan. Setiap jengkal tanaman sawit memiliki nilai yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dirinya menambahkan, pelatihan ini dirancang agar peserta mampu menciptakan produk bernilai jual, termasuk dari limbah sawit.

Program ini merupakan kolaborasi antara Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan, dan Dinas Perkebunan setempat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan mengolah umbut sawit menjadi camilan, memproduksi minyak angin berbasis sawit, hingga memanfaatkan lidi sawit menjadi kerajinan tangan berorientasi ekspor.

Secara data, Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan produksi mencapai sekitar 47 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun berdasarkan data Kementerian Pertanian dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) periode 2024–2025.

Namun, sebagian besar nilai ekonomi masih terkonsentrasi pada produk mentah, sehingga penguatan sektor hilir menjadi fokus pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua DPD I Aspekpir Riau Sutoyo mengatakan, selama ini petani lebih banyak berfokus pada produksi tandan buah segar (TBS).

“Ke depan kita dorong agar mampu mengembangkan produk turunan. Perempuan memiliki peran besar di sini, karena mereka telaten dan kreatif dalam mengolah produk,” ujarnya.

Baca Juga: Sukseskan KDMP, PTPN IV PalmCo Gandeng 4 UMKM di Sumut

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Linda Sitanandra, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan strategi nasional dalam meningkatkan nilai tambah komoditas sawit.

“Kami melihat program seperti ini sangat strategis, karena tidak hanya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari komoditas sawit,” katanya.

Dari sisi historis, kebijakan hilirisasi sawit mulai diperkuat sejak awal 2010-an, terutama melalui pengenaan bea keluar progresif untuk ekspor bahan mentah guna mendorong industri turunan di dalam negeri.

Dalam satu dekade terakhir, kontribusi produk turunan sawit terhadap ekspor nasional terus meningkat, termasuk oleokimia dan produk berbasis biomassa.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Marahalim menilai pelatihan ini berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena mampu memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.