Selat Hormuz Dibuka Dua Pekan, Dua Kapal Pertamina Terus Diupayakan Segera Melintas

AKURAT.CO PT Pertamina International Shipping (PIS) terus mengupayakan agar dua kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) miliknya, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di kawasan Teluk Arab dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Adapun, Iran sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz selama dua minggu setelah adanya kesepakatan gencatan senjata.
Selat Hormuz merupakan jalur penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas, dan sebelumnya ditutup oleh Iran sebagai respons terhadap konflik yang semakin memanas serta tekanan militer AS dan Israel.
Baca Juga: Sinyal Positif dari Iran, Dua Kapal Pertamina Segera Tinggalkan Selat Hormuz
Pejabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memastikan jalur pelayaran kedua kapal tetap aman di tengah dinamika geopolitik kawasan.
“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz,” kata Vega kepada Akurat.co, Rabu (8/4/2026).
Menurut Vega, PIS bersama Kemlu terus melakukan pemantauan secara intensif selama 24 jam penuh terhadap perkembangan situasi di lapangan.
Kemlu juga disebut secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait guna mendukung kelancaran pelayaran kedua kapal tersebut.
“PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kementerian Luar Negeri, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” ujarnya.
Selain jalur diplomasi, PIS juga tengah membahas sejumlah persiapan teknis guna memastikan kedua kapal dapat melewati Selat Hormuz secara aman.
“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya,” tambah Vega.
Diberitakan sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati penghentian permusuhan selama dua minggu sebagai bagian dari kesepakatan sementara, dengan syarat jalur strategis Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk sementara waktu di bawah pengawasan pasukan bersenjata Iran.
Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz yang sebelumnya dibatasi aksesnya oleh otoritas Iran akan dibuka selama periode dua minggu tersebut.
“Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk dua minggu di bawah pengawasan dan kontrol angkatan bersenjata Iran,” bunyi kutipan menurut pengumuman resmi yang diunggah oleh akun Facebook Iran Military pada Rabu (8/4/2026).
Menurut laporan The Guardian, hari ini Rabu (8/4/2026),, kesepakatan dua pekan itu juga mencakup gencatan senjata timbal balik antara kedua pihak, yang dimaksudkan untuk membuka ruang bagi negosiasi lebih lanjut berdasarkan proposal damai yang pernah diajukan oleh Iran.
Proposal tersebut mencakup poin-poin yang menjadi dasar pembicaraan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Kesepakatan sementara ini dipandang sebagai langkah penting untuk menenangkan ketegangan di kawasan dan membuka kembali jalur perdagangan global yang sempat terhambat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










