Aksi Bullying, Siswa MAN 1 Medan Dipaksa Makan Lumpur Hingga Tangan Disundut Rokok

AKURAT.CO Aksi bullying kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, aksi tersebut menimpa seorang siswa yang berinisial MH (14). Siswa tersebut dipaksa untuk makan lumpur serta tangannya disundut rokok oleh seniornya di sekolah.
Aksi bullying itu pun viral setelah kakak korban, Anisa membagikan cerita adiknya (MH) di media sosial. Melalui unggahan tersebut, Anisa menceritakan kondisi adiknya ketika mendapatkan bullying dari teman-temannya bahkan alumni MAN 1 Medan yang berjumlah 20 orang.
Baca Juga: 4 Hal Yang Harus Dilakukan Orangtua Untuk Mencegah Anak Menjadi Korban Bullying
Selain itu, Anisa juga mengungkapkan bahwa adiknya yang berusia 14 tahun sempat diculik oleh sebuah kelompok bernama Parman pada pukul 10.00, lalu dibebaskan pukul 17.00. Selama itu, MH mendapatkan siksaan dan dipaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak masuk akal.
Salah satunya MH dipaksa untuk makan lumpur, menghisap sandal, dan meminum ludah. MH yang ketakutan, hanya bisa menuruti perintah para pelaku. Aksi bullying tersebut berlangsung selama beberapa jam.
"Para pembully memaksa adik saya untuk makan lumpur, menghisap sandal, makan daun, dan ranting. Serta meminum ludah dari para pembully," tulis Anisa.
"Miris, tidak sampai di situ adik saya juga disiksa, ditendang, dipukul, dibakar tangannya pakai kunci yang sudah dipanasi api. Total pembully ada 20 orang," lanjutnya.
Anisa menyampaikan bahwa adiknya saat ini mengalami trauma yang cukup berat akibat perundungan tersebut.
Oleh karena itu, Anisa meminta kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini dan menangkap para pelaku sehingga mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan tindakan yang pelaku lakukan kepada MH.
"Masalah ini sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan dan sudah dalam proses. Kondisinya (MH) sekarang masih dalam trauma yang berat. Mohon doanya untuk kesembuhan fisik maupun mental adik saya," kata Anisa.
Mengutip dari Instagram @medanviralinfo, ibu korban, Khairani Anwar telah mendapatkan sejumlah informasi terkait dugaan motif terjadinya perundungan yang menimpa anaknya (MH).
Alasan para pelaku menyiksa MH dikarenakan dia menolak untuk menjadi anggota dalam geng motor yang terdiri dari pelajar MAN 1 Medan dan alumni sekolah tersebut.
Tidak hanya itu, salah satu pelaku yang merupakan alumni, juga tidak menyukai bahwa MH menjalin hubungan dekat dengan siswa SMA lain yang dianggap sebagai musuh oleh kelompok pelajar MAN 1 Medan.
Baca Juga: MAN 1 Surakarta Ciptakan Robot Penyimpanan Makanan 'De Essensbox'
Kepala sekolah MAN 1 Medan juga telah mengonfirmasi adanya perundungan yang terjadi pada siswa mereka. Meskipun begitu, pihak sekolah belum memberikan rincian kapan dan bagaimana kronologi dari kejadian tersebut.
"Betul ada kejadian seperti itu, namun sementara ini detailnya masih ditelusuri dengan pemanggilan siswa yang terindikasi dengan didampingi orang tua. Kasih kami waktu untuk mendapatkan keterangan yang lengkap, dari siswa dengan melibatkan orangtua siswa," ujar kepala sekolah, Reza Faisal.
Kasus bullying yang menimpa MH ini menambah panjang daftar kasus bullying yang terjadi di Indonesia. Aksi bullying ini tidak hanya merugikan korban secara fisik, tetapi juga secara psikologis.
Oleh karena itu, diperlukan upaya serius dari semua pihak untuk mencegah terjadinya aksi bullying. Upaya tersebut bisa dilakukan melalui pendidikan, sosialisasi, dan penegakan hukum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









