Akurat
Pemprov Sumsel

Penataan Halaman Gedung Sate, Dedi Mulyadi Pastikan Aktivitas Warga Lebih Lancar

Redaksi Akurat | 15 April 2026, 22:41 WIB
Penataan Halaman Gedung Sate, Dedi Mulyadi Pastikan Aktivitas Warga Lebih Lancar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut penataan Halaman Gedung Sate juga diarahkan untuk meningkatkan estetika lingkungan. (Ilustrasi/Humas Pemprov Jabar)

AKURAT.CO Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan penataan area Halaman Gedung Sate dilakukan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di Kawasan Jalan Diponegoro.

Ia menjelaskan, selama ini berbagai aktivitas publik seperti aksi demonstrasi di depan Gedung Sate kerap berdampak pada arus kendaraan.

Penutupan jalan yang dilakukan saat aksi berlangsung menyebabkan kemacetan di salah satu jalur utama di Kota Bandung tersebut.

Menurut Dedi, kondisi itu akan diantisipasi melalui penataan kawasan yang memungkinkan masyarakat tetap menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu lalu lintas.

Skema baru akan mengatur arus kendaraan agar tidak lagi melintas langsung di depan Gedung Sate, melainkan dialihkan memutar ke arah Hotel Pullman Bandung Grand Central.

Baca Juga: Penataan Kawasan Gedung Sate Perkuat Simbol Pusat Pemerintahan Jawa Barat

"Nanti ke depan Jalan Diponegoro tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh kegiatan di depan Gedung Sate," ujar Dedi, Rabu (15/4/2026).

Ia memastikan bahwa penataan tersebut tidak akan mengubah elemen penting yang memiliki nilai historis, termasuk keberadaan batu prasasti Kementerian Pekerjaan Umum di kawasan itu.

Selain aspek fungsional, penataan juga diarahkan untuk meningkatkan estetika lingkungan. Halaman Gedung Sate akan dibuat sejajar dengan Kawasan Lapangan Gasibu sehingga menciptakan tampilan ruang publik yang lebih terintegrasi dan terbuka.

"Halamannya nanti terbuka lebih luas dan lebar," kata Dedi.

Dengan konsep tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap Kawasan Gedung Sate dapat menjadi ruang publik yang representatif, tertib dan tetap ramah bagi aktivitas masyarakat, tanpa mengorbankan kelancaran mobilitas di sekitarnya.

Baca Juga: Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK